Dupak Bangunsari Bebas Prostitusi

Tidak ada komentar 254 views

Surabaya , (DOC) – Setelah berangsur angsur tutup, kini warga Dupak Bangunsari yang berada di kawasan lokalisasi, mulai berani mendeklarasikan wilayahnya, bebas prostitusi.
Deklarasi yang digelar dihalaman Mushollah Wakaf Nurul Iman, Jumat(21/12/2012) malam kemarin, diprakarsai oleh forum masyarakat Krembangan yang terdiri dari Muspika se-Kecamatan Krembangan.
Terdapat tiga point yaitu diantarnya Dupak Bangunsari bisa dapat terwujud menjadi wilayah yang bersih sehat aman tertib dan bebas prostitusi. Mewujudkan wilayah yg bermartabat dengan membangun usaha-usaha perekonomian yang sesuai dengan tuntunan agama dan peraturan yang berlaku. Senantisasa mengharapkan bimbingan dari ulama dan pemerintah untuk kemajuan wilayah Dupak Bangunsari.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota Tri Rismaharini turut memberikan apresiasi atas keinginan warga untuk merubah wilayahnya, yang dulu terkenal dengan prostitusinya.
“Saya sangat berterima kasih sekali kepada seluruh warga Dupak Bangunsari yang berkomitmen untuk menjadikan wilayahnya menjadi sehat. Komitmen tersebut dituangkan dalam deklarasi,” ujarnya, Risma.

Lebih lanjut Walikota menambahkan, deklarasi yang telah diucapkan, hendaknya dijaga bersama, termasuk pemkot yang akan terus mengawasi. Sekarang kawasan ini sudah menjadi pemukiman yang sehat.
“Saya akan terus pantau perkembangan setelah deklarasi. Pemkot akan bertanggung jawab pada permasalahan sosial dan ekonomi warga sekitar lokalisasi Dupak Bangunsari. Untuk keamanannya nanti menjadi tanggung jawab kepolisian,” tambahnya.
Selain memberikan suport kepada warga, Walikota perempuan pertama di Indonesia ini, juga memberikan semangat kepada para wanita harapan yang sekarang sudah berhenti.
“Tidak perlu khawatir, sebab saya sudah menyampaikan permasalahan ini ke Gubernur dan Menteri. Propinsi dan pusat bersedia membantu memberikan modal usaha bagi para wanita tuna harapan yang mau berhenti menjadi PSK,” terangnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Pemerintah telah memberikan bantuan modal usaha kepada 164 wanita harapan, masing-masing sebesar 3 juta rupiah. Begitupula dengan 51 pemilik wisma yang berhenti, juga diberikan dana bantuan sebesar Rp. 10 juta.(R7)