Dyah Katarina Punya Kans Menduduki Ketua Dewan, Tandingi Risma

Surabaya,(DOC) – Pemimpin perempuan di Indonesia kini memang lagi nge-trend. Kiprahnya pun di segala bidang, tidak boleh dipandang sebelah mata oleh kaum adam. Mungkin faktor inilah yang membuat sejumlah kader PDIP Surabaya berniat mencalonkan Dyah Katarina, Caleg terpilih Dapil 4 Surabaya, sebagai ketua DPRD Surabaya Periode 2014-2019.
Istri mantan Walikota Bambang DH ini, memang baru pertama kalinya masuk lembaga dewan. Namun kiprah sosialnya sudah banyak diketahui dan dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Surabaya.
Berdasarkan aturan, PDIP yang keluar sebagai partai pemenang pemilu 2014 ini, dan mendapatkan 15 kursi parlemen, dipastikan memperoleh jatah Kursi Ketua DPRD Surabaya. Sehingga beberapa calon Ketua Dewan dari Fraksi PDIP kini tengah dimunculkan.
Awal mula, Sekertaris DPC PDIP Surabaya, Armuji yang mempunyai kans besar menduduki kursi DPRD Surabaya. Namun setelah beberapa pertimbangan muncul, maka Armudji yang baru saja dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD Surabaya, menggantikan Wisnu Sakti Buana, kembali dipertimbangkan.
Pencalonan Dyah Katarina sebagai ketua DPRD Surabaya, merupakan langkah penyegaran politis, untuk mengontrol kinerja Pemkot Surabaya yang kini tengah dipimpin oleh seorang perempuan juga yaitu Tri Rismaharini.
Menanggapi hal ini, Agustin Poliana Anggota Komisi B DPRD Surabaya menyatakan, posisi ketua dewan tetap harus melalui mekanisme partai, mengacu pada posisi kepengurusan DPC yaitu Ketua, Wakil dan Bendahara. Namun Dyah Katarina masih mempunyai peluang, karena semuanya tetap bergantung kepada keputusan DPP.

“Di PDIP masih memandang posisi KWB untuk kursi ketua DPRD, namun karena hal ini menjadi kewenangan DPP, maka masih tetap bergantung kepada rekomendasi dan keputusan yang dikeluarkan,” ucap Agustin. (9/5/2014).
Sementara saat dikonfirmasi, Dyah Katarina sendiri menyatakan, belum berfikir posisinya di lemabaga dewan nanti.
“Waduuh jauh dari pemikiran saya, saya didewan masih harus banyak belajar, masih harus adaptasi dengan peran dan tugas baru, jadi tidak pernah memikirkan hal itu, lagian nanti akan ada mekanismenya,” jawab Dyah via ponselnya.(r7)