Ekonomi Di Jatim Lebih Tinggi Dibanding Nasional

Tidak ada komentar 156 views

Surabaya,(DOC) – Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur di tahun 2012, nampaknya cukup menggembirakan. Terbukti dengan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang terbentuk sepanjang 2012, kenaikan sebesar 7,27% dapat terealisasi, bahkan melebihi kondisi nasional yang hanya mencapai 6,23%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Irlan Indrocahyo menuturkan, dari seluruh sektor ekonomi, seluruhnya mengalami pertumbuhan positif. “Pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor perdagangan, hotel dan restoran yang mencapai 10,06%. Sementara pertumbuhan terendah terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian yang hanya dikisaran 2,10%,” ujar Irlan Indrocahyo, Rabu(06/02/2013).
Sektor perdagangan tersebut, mampu menyumbang 3,20% terhadap total pertumbuhan Jatim. Sementara sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi kedua adalah sektor komunikasi dan pengangkutan yang tumbuh sebesar 9,65%, dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,73%.

Di sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, ditahun 2012 lalu, juga mampu tumbuh sebesar 8,01% dengan sumber pertumbuhan mencapai 0,44%. Selanjutnya diikuti sektor konstruksi yang tumbuh 7,05% dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,23%.

“Untuk sektor industri pengolahan hanya mampu tumbuh sebesar 6,35% dan sektor pertanian hanya tumbuh 3,49%. Meski demikian, kedua sektor tersebut mampu memberikan sumbangan pertumbuhan cukup besar, yaitu sebesar 1,60% untuk industri pengolahan dan 0,50% untuk sektor pertaniann” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam struktur ekonomi Jatim, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor industri pengolahan dan sektor pertanian masih tetap mendominasi. Untuk perdagangan, hotel dan restoran berkontribusi sebesar 30,40%, disusul industri pengolahan sebesar 27,11% dan sektor pertanian sebesar 15,42%.
Tingginya kinerja perdagangan Jatim ini, karena ditopang oleh kinerja perdagangan dalam negeri. Sebab, menurut Irlan, realisasi ekspor ke berbagai negara tujuan sepanjang Januari hingga Desember 2012 lalu, justru mengalami penurunan.
“Artinya, kinerja perdagangan kita diselamatkan oleh besarnya pertumbuhan perdagangan antar provinsi dan antar pulau,” tegasnya.

Namun untuk sektor pertanian, walaupun masih mengalami pertumbuhan, sektor tersebut perlu mendapatkan perhatian serius. Pasalnya, kontribusinya terhadap kinerja ekonomi Jatim selama empat tahun terakhir terus mengalami penurunan.

“Pada tahun 2009, kontribusi pertanian sebesar 16,34%, tahun 2010 turun 15,75%, tahun 2011 turun kembali menjadi 15,38% dan di tahun 2012 ini mengalami kenaikan yang sangat tipis sebesar 15,42%,” terang Irlan.(dhani/R7)