Ekonomi Lesu Target Pendapatan Cuma 7 Persen

Tidak ada komentar 156 views

Surabaya, (DOC) – Target tinggi diusung dinas pendapatan pengelolahan Keuangan daerah (DPPKD) kota Surabaya, untuk pendapat asli daerah (PAD) dari sektor pajak. Dimana dinas pendapatan menargetkan kenaikkan PAD sebesar 7 persen atau meningkat dari Rp 2,1 triliun menjadi Rp2,2 triliun pada 2014 mendatang.
“Terget tersebut sudah cukup bagus. Dan sudah disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi yang ada saat ini,” ujar Kepala Dinas pendapatan Kota Surabaya, Joestamadji, Minggu (15/9/2013).
Menurut Joestamadji, melihat lemahnya pertubuhan sektor ekonomi semestinya target yang tepat adalah 5 persen. Oleh karena itu, ia menilai bahwa target 7 persen yang dicanangkan oleh DPPKD sudah termasuk cukun tinggi.
“Untuk rincianya saya tidak hafal. Sebab itu baru secara global,” terang Joestamadji.
Lebih jauh, Joostamadji mengaku, hingga saat ini penarikan pajak yang dilakukan Dinas pendapatan menunjukkan perkembangan yang sangat bagus. Menurutnya, hingga saat ini proses penagihan ke masyarakat sudah mencapai 73 persen untuk tahun 2013.
“Kalau memang ada yang belum ketegih, biasanya itu tunggakan yang sudah lama-lama itu,” terangnya.
Disinggung soal usulan pemutihan oleh anggota DPRD Surabaya, terhadap wajib pajak yang sulit ditagih, secara tegas pria yang sebelumnya menjabat sebagai kepala bidang (Kabid) pendapatan tersebut mengaku, bila pemutihan bukan perkara yang mudah. Sebab pihaknya harus tahu benar soal opjek pajak serta wajib pajak yang akan diputihkan.
“Pemutihan itu tidak mudah. Sebab nomor objek pajak (NOP) yang akan diputihkan sudah tercatat dalam neraca,” tandas Joestamadji.
Belum lagi, pihaknya juga dituntut memiliki alasan yang rasional sebagai dasar dilakukanya pemutihan. “Bukannya kami tidak mau. Tapi syaratnya memang tidak semudah itu,” katanya.
Menyikapi rencana kenaikan terget PAD tersebut, Anggota Komisi B (perekonomian) DPRD Surabaya, Eddy Rusianto mengaku tidak mempermasalahkan. Mengingat untuk penarikan pajak untuk tahun ini perkembangan juga cukup baik.
“Kalau sekarang masih belum tercapai sesuai target itu wajar. Apalagi kan masih ada beberapa bulan lagi sebelum tutup buku,” kata Eddy Rusianto.
Berkaca pada tahun yang lalu, legislator asal Partai Gerindra ini menyatakan bila kondisi tahun sekarang sama dengan tahun sebelumnya. Dimana target akan tercapai persis pada akhir tahun.
Apalagi, berdasakan kabar yang ia terima pada tiga bulan terakhir dinas pendapatan dan pengelolahaan keuangan optimis dalam kurun waktu tersebut semua tagihan pajak bisa ditarik. “Saya optimis, target PAD dari sektor pajak akan tercapai. Meskipun sekarang masih ada penyerahan pajak yang tidak sesuai schedule,” terang Eddy.
Sementara itu, Ketua Komisi D (pendidikan dan kesra) DPRD Surabaya, Baktiono kembali meminta agar DPPKd segera melakukan pemutihan terhadap tagihan pajak yang sulit ditarik. Baktiono menegaskan, pemutihan tunggakan pajak merupakan salah satu solusi terbaik yang dapat diambil pemkot Surabaya.
“Pemkot harus realistis. percuma saja memiliki tagihan pajak yang jumlahnya ratusan miliar, namun pemerintah kota tidak bisa menagihnya,” ingat Baktiono.
Baktiono menegsakan, pemutihan pajak tidak akan membuat pemerintah kota begitu saja kehilangan potensi PAD dari sekrot pajak. Sebab yang diputihkan hanya tagihan yang sudah lama jatuh tempo saja.
“Untuk pajak tahun ini, tetap ditarik seperti biasa. Bahkan bila perlu dikasih deadline (batas waktu, red),” sarannya. (k1/r7)