Eksekusi Warga Pulosari Jalan Terus, Pemilik Dibantu Aparat Kosongkan Lahan

Foto ; sebuah alat berat robohkan bangunan milik warga Pulosari

Surabaya,(DOC) – Sejumlah warga Pulosari akhirnya hengkang dari rumahnya yang dibangun di atas lahan seluas 6.5 hektar milik PT Patra Jasa, Selasa(6/2/2018), menyusul dilakukannya eksekusi lahan seluas 142.443 meterpersegi, di kelurahan Gunung Sari kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dilakukan oleh petugas gabungan dari Pengadilan, Polri, TNI dan pihak PT Patra Jasa.

Berdasarkan keputusan pengadilan negeri(PN) Surabaya, nomer 333/PDT.G/2013/PN.Sby, lahan tersebut merupakan milik PT Patra Jasa dan warga Pulosari harus mengosongkan lahan karena tak memiliki hak.

Sebelum eksekusi lahan yang diputuskan Selasa(6/2/2018) hari ini, mediasi antara pihak PT Patra Jasa dengan warga Pulosari telah di lakukan sejak pertengah 2017 lalu.

“Sebelum dilakukan eksekusi, pihak PT Patra Jasa sudah melakukan mediasi sebelumnya, jadi eksekusi ini tidak serta merta dilakukan, kami berharap eksekusi pengosongan lahan berjalan dengan baik dan kondusif,” ujar Damianus Herman Renjaan, Kuasa hukum PT Patra Jasa.

Kurang lebih 139 kepala keluarga(KK), lanjut Damianus,  sudah sepakat untuk mengosongkan lahan sekaligus bersedia menerima santunan dari PT Patra Jasa. Kesepakatan itu disampaikan warga saat mediasi yang di fasilitasi oleh pihak PN Surabaya.

Menurut dia, santunan ini merupakan itikad baik dari pemilik lahan dan bukan merupakan kewajiban.

“Ada 139 KK sudah menerima ganti rugi dan bersedia mengosongkan rumahnya setelah sepakat dengan nilai santunan yang diterima,” tandasnya.

Mengenai kekuatan hukum kepemilikan lahan, kata Damianus, PT Patra Jasa telah memenangkan gugatan yang dilayangkan oleh warga pada tahun 2002 lalu. Dalam kasus sengketa ini, PT Patra Jasa bisa memperlihatkan bukti kepemilikan di persidangan.

“Inti putusannya incrah pada tahun 2005 menyatakan bahwa gugatan warga tidak dapat diterima, karena para warga tidak mempunyai kedudukan hukum untuk melakukan gugatan dan tidak mempunyai kepentingan hukum terhadap tanah ini,”pungkasnya.(rob/r7)