Embarkasi Surabaya berangkatkan 27.123 CJH

Tidak ada komentar 170 views

Surabaya, (DOC) – Embarkasi Surabaya mengalami penurunan kuota Calon Jamaah Haji (CJH) sebesar 20 persen dari tahun sebelumnya sejumlah 33 ribu orang. Pada tahun ini, sejumlah 27.123 orang yang akan diberangkatkan dari embarkasi Juanda pada tanggal 10 September 2013.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jatim Drs. Saifullah Yusuf saat Pelantikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jumat (30/8/2013).
“Kuota tersebut telah dipotong 20 persen oleh pemerintah Arab Saudi karena proses renovasi sarana dan prasarana ibadah haji yg blm selesai,” kata Gus Ipul sapaan akrab Wagub Jatim itu.
Menurunnya jumlah kuota tersebut, kata Gus Ipul, mempengaruhi jumlah kelompok terbang (kloter). Pada tahun kemarin embarkasi Surabaya memberangkatkan 76 kloter namun pada tahun ini sebanyak 64 kloter.
Dalam sambutannyan Gus Ipul menekankan agar PPIH yg baru dilantik dapat mengatasi masalah-masalah lama ataupun yang baru muncul. Seperti masalah pada tahun lalu muncul spt persoalan paspor dan lainnya.
“PPIH harus memberikan pelayanan terbaik kepada CJH dengan amanah dan jujur. Pelayanan embarkasi merupakan pintu gerbang yang akan memberikan kesan pertama kepada para jamaah juga merupakan cerminan dari kualitas pelayanan haji di tanah air,”tegasnya.
Kesan pelayanan terbaik, kata Gus Ipul, adalah apa yang diterima CJH, dari Indonesia dibawa baik hingga ke Mekkah. Oleh karenanya, PPIH harus melakukan koordinasi kerjasama dengan pihak terkait seperti pemerintah kabupaten dan kota,imigrasi, institusi kesehatan dan instansi terkait lainnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Ditjen PHU Cepi Supriatna bahwa kuota cjh yang diberikan pemerintah arab sauid turun hingga 20 persen dikarenakan pembangunan sarana dan prasarana ibadah haji belum selesai.
“Pemerintah Arab Saudi sendiri telah mengeluarkan kebijakan pemotongan pemberangkatan jamaah haji dari seluruh dunia, sebesar 20 persen dari kuota haji yang diperoleh masing-masing negara. Pada musim haji 1434H/2013M, jumlah jamaah haji Indonesia yang akan berangkat sebanyak 168.800, terdiri dari 155.200 jamaah haji reguler dan 13.600 jamaah haji khusus,“katanya.
Perhitungan itu, kata cepi, dilakukan setelah pemotongan kuota sebesar 20 persen dari kebijakan Saudi Arabia akibat dampak perluasan kompleks Masjidil Haram. Jumlah yang dipotong sebanyak 42.200 dengan perhitungan berdasarkan basis kuota 211.000 orang. Jumlah potongan itu terdiri dari 38.800 haji reguler, dan 3.400 haji khusus.
Cepi menambahkan, untuk tawaf jamaah lanjut usia, Pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan tempat secara khusus di atas, dan jamaah bisa menggunakan kursi roda. Tempat khusus tersebut dibangung dengan konstruksi tiang penyangga, yang sebetulnya juga bisa menghambat perputaran jamaah ketika melaksanakan kewajaban tawaf.
Melihat gambaran kondisi terkini sebagai dampak perluasan Masjidil Haram, kata Cepi, tentu semua pihak petugas dari instansi mana pun yang tergabung dalam PPIH harus bekerja dalam tim yang solid. “Kepentingan melayani tamu Allah harus menjadi prioritas,” ujar Cepi. (hms/r4)