Empat Bulan Karyawan Kertas Nusantara Tak Gajian

Tidak ada komentar 511 views

Balikpapan, (DOC) – Ribuan karyawan PT Kertas Nusantara, Berau, Kalimantan Timur, sampai Desember ini sudah empat bulan tidak menerima gaji.
“Saya tak paham, apakah Pak Prabowo Subianto sebagai pemilik perusahaan itu tidak tahu atau pura-pura tak tahu keadaan yang menimpa karyawannya ini,” kata Syaifullah Tanjung, Wakil Sekretaris Serikat Pekerja Perkayuan dan Kehutanan Indonesia (SP Kahutindo), organisasi karyawan di PT Kertas Nusantara, Minggu (8/12/2013).
Bersama Syaifullah ada sekitar 14.000 karyawan lagi yang belum menerima gaji selama 4 bulan tersebut, terhitung sejak Agustus 2013.
“Benar-benar tak ada sepeser pun dari perusahaan selama 4 bulan terakhir. Kami harus bekerja serabutan untuk menyambung hidup,” kata Syaifullah.
Menurut Syaifullah, para karyawan sudah melakukan semua yang diperbolehkan undang-undang ketenagakerjaan, termasuk mogok, untuk menuntut hak mereka. Namun hingga hari ini manajemen tak bergeming.
“Selain itu, iuran Jamsostek tidak dibayar perusahaan selama bertahun-tahun sehingga kami tidak bisa menerima manfaat Jamsostek itu,” kata Syaifullah.
PT Kertas Nusantara menunggak iuran Jamsostek sepanjang 2013 ini. Perusahaan juga menunggak iuran saat masih bernama PT Kiani Kertas.
Menurut Pola Winson, direktur utama PT Kertas Nusantara, perusahaan tidak bisa berproduksi dan terus merugi sehingga kas kosong. Kenyataan bahwa perusahaan tersebut milik Prabowo Subianto, satu tokoh yang meniatkan diri maju ke pemilihan presiden mendatang, juga tidak menolong.
“Kami sedang mencari investor baru untuk menyelamatkan perusahaan ini,” katanya dalam beberapa kesempatan.
PT Kertas Nusantara adalah produsen pulp atau bubur kertas, bahan baku pembuat kertas. Pulp dibuat dari kayu yang banyak mengandung selulosa, seperti akasia mangium atau pinus.
Sebulan sebelumnya, menurut Syaifullah, Sekjen SP Kahutindo Burhanuddin telah berupaya mendatangi Fraksi Gerinda DPR RI. Ia bersama ketiga rekannya meminta untuk bisa dipertemukan dengan Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto menuntut pembayaran upah karyawan yang saat itu belum dibayar selama tiga bulan.
“Saya hanya pingin ketemu dengan Pak Prabowo, bercerita keadaan kami, itu saja,” ujarnya.
Ia pun sempat mempertanyakan apakah Prabowo memang belum tahu kondisi perusahannya atau memang Prabowo sudah tahu tapi sengaja tidak mau menemui mereka.
“Saya sebenarnya juga tidak mau jika isu ini terus membesar, karena ini menyangkut ketokohan Prabowo,” kata Burhanuddin. (we/ant/r4)