Figur Nasionalis-Religius Mengarah pada Hasan Aminuddin

Surabaya (DOC) -Saat ini publik sedang menantikan nama pendamping Khofifah Indar Parawansa untuk maju di Pilgub Jatim 2018.

Figur santri-nasionalis menjadi kriteria yang dibidik untuk menjadi pendamping Khofifah. Hal itu berdasarkan keterangan Tim 9 yang diberi mandat oleh Khofifah untuk memilih calon wakilnya.

Menurut Wakil Ketua DPW Partai Nasdem, Mochamad Eksan, kriteria santri-nasionalis itu mengarah pada sosok Hasan Aminuddin, anggota Fraksi NasDem DPR RI.

“Kalau kriterianya santri-nasionalis, saya kira arahnya ke sosok Pak Hasan. Beliau tokoh Nahdlatul Ulama yang berjiwa merah-putih, sesuai dengan ruh partai Nasdem yang mengacu pada semangat nasionalis-religius,” tutur Anggota DPRD Jatim itu, Rabu (25/10/2017).

Eksan yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Jember ini yakin, kalau Khofifah menggandeng Pak Hasan sebagai wakilnya, maka wilayah Tapal Kuda dan Madura bisa dikuasai. Karena figur mantan Bupati Probolinggo dua periode itu sangat mengakar kuat di wilayah yang dihuni mayoritas etnis Madura tersebut.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam II Jember itu menambahkan, bila Tapal Kuda dan Madura sudah aman, maka Khofifah tinggal fokus melakukan penetrasi ke wilayah Arek  dan Mataraman. Dengan begitu, kerja Khofifah menjadi lebih ringan. Apalagi kharisma Menteri Sosial itu bisa diandalkan untuk meraih simpati masyarakat.

“Jangan lupa, penduduk Jawa Timur hampir separuhnya adalah orang Madura. Jadi idealnya, pemimpin Jawa Timur adalah kombinasi Jawa dan Madura,” imbuh anggota Fraksi Nasdem-Hanura DPRD Jatim itu.

Anggota parlemen dari daerah pemilihan Kabupaten Jember dan Lumajang ini berjanji akan all out memenangkan Khofifah-Hasan di derah pemilihannya. Menurut Eksan, figur Khofifah dan Hasan sudah sangat dikenal di Kabupaten Jember dan Lumajang. Karena itu dirinya akan lebih mudah melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Selain itu, ketokohan Hasan sebagai sebagai tokoh NU di Jawa Timur juga akan mendapat simpati masyarakat di kawasan Tapal Kuda terutama Jember dan Lumajang yang mayoritas adalah nahdliyiin.

“Kalau Bu Khofifah pasangannya Pak Hasan, saya all out menangkan beliau di dapil saya, Jember dan Lumajang. Insya Allah, menang di dua Kabupaten itu,” ucap Eksan optimistis.

Terpisah, Muhammad Dahlan, peneliti dari The Initiative Institute (TII) memaparkan, dari hasil survei yang dilakukan TII ternyata kombinasi pasangan santri-santri mendapat prosentase tertinggi yakni  63,3 persen. Angka itu lebih tinggi dari kombinasi pasangan santri-nasionalis 54,3 persen atau nasionalis-santri 52 persen.

“Kecenderungan masyarakat memilih pasangan berlatar santri sangat tinggi, apalagi kalau santri tersebut juga punya latarbelakang nasionalis. Ini realita peta politik di Jawa Timur,” urai alumni pasca sarjana Universitas Indonesia (UI) ini . (bah)