Final Piala Dunia Rusia: Dua Pelatih Lokal Ternama ini Jagokan Prancis

Surabaya, (DOC) – Perhelatan final Piala Dunia 2018 Russia mempertemukan timnas Prancis kawan Kroasia, Minggu (15/7) malam nanti. Dua pelatih lokal kenamaan ini rupanya punya pilihan sama soal tebakan si Juara terbaru.

Banyaknya kejutan yang terjadi di edisi piala dunia kali ini membuat sejumlah penikmat berhati-hati dalam menerka siapa pemenang laga. Hal itu rupanya juga dialami oleh pelatih sekelas Aji Santoso dan Jafri Sastra.

Seperti halnya Aji Santoso, ahli taktik Persela, mengaku susah menebak saat ditanyai siapa pemenang antara Prancis versus Kroasia?

“Ini pertandingan seru mas dan agak- agak susah diprediksi. Tapi kalau saya lihat banyak kalangan yang menjagokan Prancis yang Juara,” ujarnya.

Namun, Aji rupanya tak asal ikut-ikutan pendukung yang terbanyak. Dia punya sejumlah alasan mendukung Les Bleus sebagai pemenang. “Prancis lebih unggul sedikit menurut aku. Materi pemain Prancis lebih unggul. Tapi tidak mudah untuk bisa mengalahkan Kroasia, ini partai final tentu perbedaan kualitas tidak jauh. Prancis lebih berpengalaman dalam menghadapi final di event-event besar,” urai Aji.

Terpisah, mantan pelatih Persipura yang kini menukangi Persis Solo, Jafri Sastra mengaku menyerah untuk menebak. Pasalnya, sejumlah jagoannya sudah pulang kampung lebih awal.

“Sepertinya sudah meleset semua prediksi dan jagoan saya.Brasil, Spanyol dan Jerman ambrok semua,” kelakar juru taktik asal Padang ini.

“Malah lebih pinter seokor kucing nih yang menerka…!” imbuhnya.

Namun, bila diminta memilih antara Prancis dan Kroasia, dia lebih condong memilih tim Prancis asuhan Didier Deschamps. “Prancis sedikit berada di atas Kroasia. Dari materi pemain dan kerja sama tim,” ujarnya.

Menurut coach Jafri, terdapat hal yang harus digarisbawahi bahwa sepakbola dewasa ini. Tim yang sepanjang laga unggul dalam penguasaan lapangan belum tentu akan keluar menjadi pemenang.

“Karena filosofinya sudah bergeser. Menguasai permainan belum tentu memenangkan pertandingan. Ball posession 70 persen dibandingkan 30 persen dan yang sering menang justru yang 30 persen,” ujarnya. (ps)