FKB Tak Kompak, Gus Naim Marah Besar

Tidak ada komentar 433 views

Surabaya,(DOC) – Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Surabaya kebakaran jenggot. Khususnya Ketua FKB KH Muhammad Na’im Ridwan alias Gus Na’im. Pasalnya,Wakil Ketua Fraksi Masduki Toha, Sekretaris Fraksi Mazlan Mansyur dan dua anggotanya, Musrifah dan Muhammad Syaifi, telah menggelar rapat fraksi tanpa ketua dan telah mengirimkan surat usulan nama yang dimasukan dalam Panitia Pemilihan (Panlih) wakil wali kota Surabaya, Senin (2/9/2013) sore, ke Ketua DPRD Surabaya.
Hal itu jelas dianggap Gus Na’im telah melanggar instruksi DPC PKB Surabaya. Pasalnya, melalui surat instruksi DPC nomor 0040/DPC-02/B.1/VIII/2013 tertanggal 30 Agustus 2013, menyatakan jika terkait situasi dan kondisi politik di DPRD Surabaya, maka harus dikonsultasikan ke DPC. Ternyata, usai rapat Banmus DPRD Surabaya, Masduki Toha menggelar rapat dengan tiga rekannya dan memutuskan untuk mengirim surat fraksi ke Ketua DPRD Surabaya.
Dalam surat yang sebenarnya sudah disiapkan FKB namun belum dikonsultasikan ke DPC PKB, tertera nama yang diusulkan masuk dalam Panlih Wawali itu adalah Masduki Toha. Karena itu surat yang sudah siap dan bernomor 078/FKB/A/VIII/2013 tertanggal 26 Agustus 2013 perihal usulan kepengurusan Panlih Wawali sisa jabatan 2010-2015, dikirimkan tanpa sepengetahun Gus Na’im sebagai ketua FKB pada Senin sore.
Atas hal itu, Gus Na’im kecewa dan segera membuat surat penarikan atas usulan tersebut. Surat bernomor 082/FKB/A/IX/2013 perihal penarikan kembali surat FKB nomor 078/FKB/A/VIII/2013. Surat tertanggal 3 September 2013 itu juga dikirimkan FKB ke Ketua DPRD Surabaya.
“Kita ini partai yang menganut pada etika. Memang, FKB mengusulkan nama Masduki Toha diusulkan masuk dalam susunan Panlih Wawali. Walau surat itu sudah lama disiapkan, tapi akan kita konsultasikan ke DPC sesuai instruksi DPC, makanya sampai saat ini belum kita serahkan ke pimpinan dewan. Kalau sudah direstui DPC, barulah kita serahkan. Tiba-tiba, kemarin ada rapat dan surat itu langsung dikirimkan. Itu belum final, makanya kita kirimkan surat penarikannya,” tegas Gus Na’im.
Mekanisme di FKB atas instruksi DPC, seluruh kegiatan perpolitikan anggota FKB di dewan harus dikoordinasikan ke fraksi dan fraksi meneruskannya ke DPC. Hal inilah yang jadi acuan Gus Na’im.
Sementara di Fraksi PDI Perjuangan, menurut Ketua Fraksi Syaifuddin Zuhri, terjadi perubahan utusan dalam Panlih. Semula anggota yang diusulkan dalam Panlih adalah Baktiono, namun kini diganti dengan Adi Sutarwijono. Alasannya untuk pemerataan tugas kedewanan.(r4/r7)