Fly Over Belum Tuntas, Ekonomi Warga Terpuruk

Tidak ada komentar 263 views

Surabaya, (DOC) – Komisi C DPRD Surabaya meminta pemerintah kota memanggil pelaksana proyek pembangunan fly over di jalan pasar kembang. Pemkot diharapkan proaktif menanyakan deadline penyelesaian proyek nasional yang dibangun di atas jalan provinsi itu. Pasalnya, menurut anggota Komisi C, Agus Sudarsono dampak berlarut-larutnya pengerjaan proyek dirasakan oleh warga kota.
“Bukan hanya macet, warga kupang juga kesulitan mencari nafkah, akibat fisik jembatan yang mepet dengan tempat usaha mereka tidak ada lahan untuk parkir,” ujarnya, Senin (15/7/2013).
Anggota Fraksi Partai Golkar ini mengungkapkan, omzet dagang warga menurun sejak berlangsungnya fly over. Itu menurutnya harus menjadi pertimbangan Pemprov Jatim untuk membantu mempercepat pembangunannya. Pembangunan jembatan layang di wilayah Pasar kembang diperkirakan sudah berlangsung sekitar 2 tahun. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan selesainya.
Agus menegaskan, dalam proyek pembangunan kenyamanan warga harus diperhatikan. Meskipun proyek tersebut merupakan proyek nasional, provinsi maupun internasional. Jika mengganggu kenyamanan warga, Pemkot Surabaya berhak meminta penjelasan soal pengerjaannya kepada pelaksana proyek.
“Tidak boleh terpaku itu proyek nasional atau bukan. Apabila menganggu kita berkerja, pengguna jalan kita boleh memanggil,” jelasnya.
Apabila tidak ada langkah konkrit dari pemerintah kota untuk menindaklanjuti permintaan anggota dewan. Kalangan dewan yang akan bergerak.
“Bila perlu DPRD yang memanggil, jika Pemkot tidak bergerak. Tapi sementara ini kita beri waktu pemkot untuk koordinasi,” papar Agus.
Munculnya dampak negatif pembangunan Fly Over akibat tidak ada koordinasi antara pemerintah Pusat, Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya. Agus Sudarsono mengharapkan, untuk mengantisipasi dampak negatif dari setiap pembangunan yang akan dilaksanakan, pemerintah pusat melakukan kajian terlebih dahulu serta koordinasi dengan Pemerintah Kota.
“Ke depan setiap ada kegiatan proyek nasional di Surabaya harus ada koordinasi. Lha ini gak ada, karena proyek nasional di jalan provinsi,” kata Anggota Banmus ini dengan nada kecewa.
Sementarea mengenai warga sekitar Fly Over yang terkena dampak pembangunan, Agus Sudarsono mengharapkan ada solusi yang ditawarkan oleh pemerintah pusat maupun provinsi.
“Sekarang Pemerintah pusat harus menanyakan ke warga yang kena dampak, bila perlu (lahan mereka) di lepas atau dibelilah,” harapnya.
Agus mengharapkan manfaat pembangunan Fly Over di Jl Raya Kupang tidak hanya untuk kalangan menengah ke atas. Masyarakat sekitar yang terkena dampak juga harus merasakan dampak positifnya.
“Manfaatnya jangan hanya dinikmati pengguna mobil saja, yang dibawah yang dilewati juga harus mendapatkan manfaat. Itu namanya pembangunan,” tambahnya. (k4/r4/adv)