Fokus Atasi Kawasan Genangan

Tidak ada komentar 104 views

Surabaya, (DOC) – Kawasan yang berpotensi terjadi genangan air di Kota Surabaya, dari tahun ke tahun jumlahnya terus berkurang. Di musim penghujan tahun lalu, beberapa daerah yang sebelumnya menjadi langganan genangan air, sudah tidak lagi bermasalah.
Menyambut musim penghujan tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan jumlah kawasan rawan genangan air di Kota Pahlawan semakin berkurang. Diantaranya dengan melakukan percapatan pengerjaan gorong-gorong, perbaikan saluran air dan juga plengsengan sungai di beberapa kawasan.
Guna memastikan pengerjaan proyek-proyek pencegahan banjir tersebut berjalan sesuai rencana, Walikota Surabaya, Ir Tri Rismaharini MT melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa lokasi proyek, Rabu (9/10/2013). Walikota Risma didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pematusan Pemkot Surabaya, Erna Purnawati serta Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Muhamad Fikser.
Lokasi proyek pertama yang dituju adalah kawasan Rungkut Tengah. Walikota Risma meninjau pengerjaan plengsengan di sepanjang sungai dari Rungkut Industri menuju Rungkut Tengah. Kepada pihak PT Ganesha Jaya selaku pelaksana proyek, walikota mengusulkan agar proyek pengerjaan plengsengan tersebut dikerjakan secara paralel sehingga bisa segera selesai sebelum turun hujan. Bahkan, mantan Kepala Badan Perencanaan Kota (Bappeko) Kota Surabaya ini member sarand engan menggambar desain proyeknya.
Lokasi Sidak proyek kedua adalah pengerjaan saluran precast di kawasan Gayungsari Barat. Kepada pelaksana proyek, walikota mewanti-wanti agar pengerjaannya segera diselesaikan sebelum musim hujan datang. Setelah itu, rombongan walikota melanjutkan Sidak ke Jalan Petemon Sidomulyo III untuk meninjau pengerjaan saluran air. Di sini, Walikota Risma sempat bersih-bersih got yang dipenuhi sampah. Sidak kemudian dilanjutkan ke Simo Gunung dan simpag Darmo Permai.
“Ada progress banyak. Seperti yang di dekat SIER (Rungkut Industri) itu. Saat Sidak beberapa waktu lalu, saya sarankan bahwa mestinya ini bsia dikerjakan parallel. Dan setelah dikerjakan paralel ternyata perkembangannya cepat sekali,” tegas Walikota Risma..
Walikota Risma menegaskan, dirinya kini memang fokus untuk mengatasi kawasan-kawasan yang selama ini menjadi langganan genangan air. Pada akhir September 2013 lalu, Walikota Risma juga melakukan sidak ke kampung-kampung di kawasan Kenjeran dan Sukolilo untuk meninjau saluran air.
“Daerah-daerah yang sedang kita kerjakan ini dulunya air sempat ngendon ketika hujan. Meskipun ndak lama, tetapi air sepat ngendon. Karena itu, kita menargetkan percepatan pengerjaan saluran yang memang kita siapkan untuk mengatasi banjir. Dengan perbaikan saluran ini, kita harapkan saat hujan mendatang, daerah-daerah yang ngendon tersebut sudah tuntas,” tegas Walikota Risma.
Dijelaskan Walikota Risma, pengerjaan saluran air ini memang butuh waktu. Sebab, selain karena banyaknya jumlah paket pengerjaan proyek, juga ada beberapa kendala yang membuat pengerjaan proyek saluran ini tidak bisa diselesaikan dengan cepat. Salah satunya karena keterbatasan utilitas (peralatan) dan juga faktor kontraktor yang kurang tangkas. Karenanya, setelah melakukan evaluasi, Walikota Risma dalam waktu dekat akan mengumpulkan kontraktor untuk meminta komitmen mereka.
“Nanti saya berharap bisa merapatkan hal ini dengan dinas dan dengan kontraktor terkait komitmen kesanggupan mereka untuk bisa menyelesaikan pekerjaan sebelum musim hujan,” sambung walikota perempuan pertama di pemerintahan Kota Surabaya ini.
Kendala lainnya adalah keberadaan jaringan kabel milik instansi lain. Pasalnya, ketika dilakukan penggalian, mereka terkadang tidak memberikan blue print posisi jaringan. Ada pula posisi jaringannya ternyata berbeda dengan yang terdapat di blue print. “Yang berat disitu. Itu yang kadang bikin lama. Oleh karena itu, saya berharap warga bisa bersabar,” ujar walikota.
Terkait pengerjaan plengsengan di sungai Rungkut, pihak PT Ganesha Jaya selaku pelaksana proyek menyebut ada kendala lain dalam pengerjaan plengsengan berupa persil warga yang berada persis di seberang sungai. “Kendalanya ada persil warga. Tetapi kita akan kejar bisa selesai sebelum turun hujan. Ini kita kerjakan secara pararel dari tepi sungai dulu baru nanti yang di tengah,” ujar Saiful selaku pelaksana proyek.
Keberadaan persil yang bermasalah dalam pengerjaan plengsengan sungai Rungkut itu diakui Camat Rungkut, Ridwan Mubarun. Namun, Ridwan menegaskan sudah menemukan jalan keluar. Ini karena warga sudah memahami bahwa proyek ini juga untuk kepentingan mereka. “Alhamdulillah saat ini, sudah hampir 50 persen warga yang membongkar sendiri bangunan mereka. Sebenarnya tidak ada masalah karena warga memiliki kesadaran,” jelas camat yang hobi bermain sepak bola ini.
Ridwan optimistis, proyek tersebut mampu mengatasi problem genangan air di kawasan Rungkut. “Kalau proyek ini selesai, saya yakin genangan air di wilayah ini akan jauh berkurang,” imbuhnya. (r4)