Form C1 Jadi Rebutan Caleg Demokrat Untuk Dongkrak Suara

Surabaya,(DOC) – Kali ini giliran partai Demokrat Surabaya yang meng-klaim akan memperoleh 6 kursi di lembaga legeslatif. Hal ini seperti yang disampaikan oleh M. Mahmud Fungsionaris DPC Demokrat yang juga caleg incumbent Dapil V Surabaya nomer urut 2.
Mahmud menyatakan, hasil perhitungan cepat perolehan suara Pemilu 9 April lalu, 6 kursi tersebut diraih dihampir di Dapil V sebanyak 2 kursi , dan 1 kursi untuk Dapil 1,2, 3 dan 4.
Ia menambahkan, untuk perolehan suara Demokrat di Dapil V, memang terbilang cukup tinggi, sehingga bisa mencapai 2 kursi dengan rincian 1 kursi murni dari jumlah quota suara dan 1 kursi lagi, hasil sisa suara.
“Dapil V ini, perolehan suara saya mencapai rekor tertinggi yaitu 20.584 suara. Jika ditambah suara partai maka dipastikan Demokrat akan mendapat 1 kursi murni di Dapil V, kemudian kursi kedua baru diperebutkan dari sisa suara. Kursi kedua akan diisi oleh caleg dengan suara terbanyak kedua yaitu Junaedi,” jelas Mahmud, Kamis(17/4/2014).
Untuk Dapil lainnya, menurut Mahmud, 1 kursi yang di raih di masing-masing Dapil yaitu keseluruhannya caleg newcomer. “yang pasti, caleg Dapil 1 yang jadi nanti yaitu Dini Riyanti, Dapil 2 Elok Cahyani dan Dapil 3 Bambang Tedjo. Hitungan ini berdasarkan form C1 yang dibawa para saksi saya,”ungkapnya.
Sementara itu menyinggung soal banyaknya caleg partai Demokrat Surabaya yang ingin mengambil suara partai untuk mendongkrak perolehan suaranya, juga dibenarkan oleh Caleg incumbent yang kini masih menjabat ketua DPRD Surabaya ini.
“Ya kalo upaya sih ada, tapi saya belum mendengarnya. Lagipula apakah bisa suara partai di ambil untuk dimasukkan ke suara caleg,” tanyanya.
Terpisah, Informasi yang dihimpun d-onenews.com, sebagian besar para caleg Demokrat memang kini tengah sibuk untuk mencari form C1 guna menambah suaranya. Mengingat upaya tersebut bisa dilakukan dengan cara mengantongi form C1.
Menghindari hal itu, pengurus DPC Partai Demokrat Surabaya terpaksa menyembunyikan form C1. Namun hal itu malah menimbulkan keresahan antar Caleg. “Kabarnya form C1 Partai Deomkrat disembunyikan oleh Ketua. Semua akhirnya jadi resah, karena Ketua sendiri yang mencalonkan diri perolehan suaranya juga masih belum aman, dan sangat mungkin mengambil suara partai,” ungkap salah satu kader Demokrat Surabaya yang enggan menyebutkan namanya.(r7)