Fraksi Apkindo Tunggu Surat PAW PKNU

Tidak ada komentar 194 views

Surabaya,(DOC) – Ketua Fraksi APKINDO(gabungan) Eddy Rusianto, tak bisa berbuat banyak atas intruksi DPC Partai Kebangkitan Nahdlatul Ulama(PKNU) Surabaya, yang mengajukan pergantian antar waktu (PAW) anggotanya yang duduk di komisi B DPRD Surabaya, Camelia Habibah.
Menurut, Eddy jika surat pengajuan PAW dikirim ke Fraksi APKINDO, maka dirinya akan memprosesnya ke pimpinan dewan. Namun hingga saat ini dirinya belum menerima surat pengajuan PAW dari DPC PKNU Surabaya, sejiak wacana PAW digulirkan, Senin (21/10/2013) lusa lalu. Surat pengajuan PAW Camelia Habibah langsung dikirim ke Ketua DPRD Surabaya Mochammad Macmud tanpa melalui fraksi.
“Soal bagaimana hasilnya, apa betul ada pemberitahuan partai yang berhak, tentu akan kita bahas di fraksi. Biasanya, partai yang sudah tak masuk Pemilu, pengurusnya banyak yang tak ada. Kalau pun ada pengurusnya, maka harus diteliti keabsahannya. Yang pasti, fraksi hanya memberi pengantar ke ketua soal keputusan rapat,” tegas Eddy.
Ia juga menyatakan dalam ketentuan UU, setelah ada permintaan PAW dari partai dan itu dianggap sah, maka harus diteruskan ke gubernur. Kalau ada persetujuan dari gubernur, maka proses PAW akan dilaksanakan di dewan.
Eddy yang juga Sekretaris DPC Partai Gerindra Surabaya tidak menampik adanya kesepakatan di DPP antara PKNU dengan Gerindra. Bahkan DPP Gerindra juga memberi wadah untuk kader NU dengan nama Gerak Aswajah (Gerakan Rakyat Ahlu Sunnah Waljamaah), Sementara untuk mewadahi kader yang dari Muhammadiyah disediakan wadah dengan nama Muslimin Indonesia Raya. “Sebenarnya, partai yang tak ikut Pemilu 2014, sejauh tak dipermasalahkan oleh induk partainya, tentu maju caleg melalui partai manapun tak akan jadi masalah,” tegas Eddy.
Sementara ditempat terpisah, Camelia Habibah saat dikonfirmasi pun membenarkan bahwa Fraksi APKINDO belum menerima surat pengajuan PAW dari DPC PKNU Surabaya atas dirinya.
“Senin(21/10/2013) lalu, para pengurus PKNU memang mendatangi gedung dewan untuk mengajukan PAW dirinya, saat itu para pengurus PKNU mengaku sudah mengirim surat PAW ke Fraksinya, namun ketika di kroscek, ternyata belum sama sekali. Sehingga saya merasa dibohongi,”jelas Camelia usai mengikuti Paripurna pelantikan Gus Na’im, Selasa(22/10/2013) kemarin.
Kader PKNU Surabaya yang mengaku telah menyiapkan pengacara untuk melawan sikap DPC PKNU Surabaya ini, juga menjelaskan soal mekanisme PAW yang ada di lembaga dewan. Ia menyatakan, tradisi di lembaga DPRD ini, pengajuan PAW harus melalui persetujuan Fraksi sebelum ke pimpinan DPRD Surabaya. “Ya sebenarnya tanpa persetujuan fraksi pun , mekanisme PAW bisa terlaksana, Hanya persetujuan pimpinan Dewan cukup. Tapi bagaimana lagi, begini mekanismenya, ya harus dilalui,” jawabnya saat ditanya soal seberapa penting persetujuan fraksi.(co/r7)