Frontage Road Sisi Barat Selesai Akhir Tahun 2014

Tidak ada komentar 234 views

Surabaya,(DOC)Walikota Surabaya Tri Rismaharini memastikan pembebasan lahan frontage road sisi barat selesai pada tahun ini. Kendala pembebasan lahan yang gitempati Cipa Ganti sudah klir. Setelah berkonsultasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pusat, pembebasan lahan milik negara itu mekanismenya diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Praktis hanya menyisakan beberapa lahan saja. Meski tidak memerinci berapa jumlahnya yang belum dibebaskan, Risma, sapaannya menargetkan tahun ini pembebasan lahan frontage road sisi barat sudah selesai. “Tahun ini selesai, jadi tinggal penggarapannya saja, kan sudah banyak itu bangunan yang dirobohkan,” ujarnya,Selasa(26/5/2014).

Dari pantauan di lokasi sepanjang Jala A Yani dari bundaran Waru hingga Bundaran Bulog, sedikitnya sekitar 19 bangunan yang belum dirobohkan. Dari belasan bangunan itu sebagian sudah dibebaskan, ada juga yang masih proses negosiasi. Salah satunya yang belum dibebasakan adalah Rumah Makan (RM) Primarasa, Toko Buku Gading Murni.

Selain itu ada lahan Hotel Cemara yang masih diproses dalam persidangan. Sebab, ahli waris hotel tersebut warga negara asing (WNA). Sesuai dengan aturan harus denga prosedur persidangan. “Itu hotel cemara harus di Jakarta pembebasannya, kan ahli warisnya WNA,” terangnya.

Risma membeberkan pembebasan lahan froantage road sisi barat sudah lebih dari 1,8 hektar. Seperti lahan parkir carefour yang lumayan panjang, lahan parkir PO Kalisari. “Sebelahnya kejaksaan sudah dibebaskan, kalau Toko Buku Gading Murni itu masih masalah opo ngunu lho, aku lali,” tandasnya.

Sekretaris Kota (Sekkota) Hendro Gunawang pernah menerangkan frontage road sisi barat akan diinterkoneksikan dengan beberapa sarana publik lainnya. Salah satu tempat yang akan terkoneksi langsung dengan frontage road adalah terminal Joyoboyo, Monorail, Trem, serta Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Selain itu, ada sejumlah titik frontage road sisi barat yang nantinya dibangun underpass atau ada flyover. “Khusus frontage road di sekitar Taman Mayangkara menuju Terminal Joyoboyo akan dibangun flyover. Jadi, proyek frontage road sisi barat akan lebih lengkap dan besar sehingga membutuhkan dana cukup besar dari APBD,” katanya.

Hal in dibenarkan oleh Risma. Dia berujar butuh ruang yang lebar di kawasan depan RSI, karena akan dibangun jembatan layang. Karena satu akan naik ke Joyoboyo, satu turun ke arah Gunungsari. Selain itu ada rencana buat tanel Frontage road barat dan timur supaya tidak ada lintasan sebidang.

Mantan kepala Bappeko ini mengungkapkan pembebasan frontage road sisi timur tepatnya di depan kampus UIN Sunan Ampel yang selama ini alot sudah selesai. Ia mengaku sudah mengajukan anggaran untuk pembangunan jalan di depan kampus UIN Sunan Ampel.

“Depan IAIN (UIN) sudah klir. Dari Kemendag sudah kirim ke Kemenkeu yang akan disampaikan ke presiden. Bahkan anggaran sudah kita alokasikan,” tukasnya.(az/r7)