Gagal Verifikasi, Parpol Siap Gugat KPU

Tidak ada komentar 172 views

Jakarta (DOC) – Sebanyak 16 partai politik (parpol) dinyatakan lolos verifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebelumnya, KPU menerima 34 parpol yang mendaftar untuk mengikuti Pemilihan Umum Legislatif pada 2014. Beberapa parpol yang tidak lolos diantaranya parpol-parpol yang sebelumnya sudah mengikuti pemilu pada periode sebelumnya seperti Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Karya Peduli Bangsa (PKB), dan beberapa parpol lainnya. Beberapa parpol baru seperti Partai Nasional Republika (Nasrep) juga dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi.

Beberapa parpol yang dinyatakan tidak lolos menyatakan kecewa. Para pengurus parpol-parpol tersebut pun bersiap melakukan gugatan terhadap KPU.

Ketua Umum Partai Nasional Republik (Nasrep), Jus Usman Kusuma Negara, menyatakan siap menggugat KPU apabila terdapat kesalahan teknis dalam penetapan hasil verifikasi administrasi oleh lembaga penyelenggara pemilu tersebut.

“Bila ada kesalahan, Nasrep akan melakukan gugatan ke PTUN,” katanya.

Jus Usman mengatakan, partainya akan melayangkan surat ke KPU siang hari ini guna meminta penjelasan terkait syarat-syarat yang dianggap tidak cukup oleh KPU.

“Berdasarkan data-data yang ada Nasional Republik sudah melengkapi semua persyaratan yang diminta KPU,” ujar dia.

Rasa kecewa juag diungkap para pengurus PKNU. PKNU meyakini adanya permainan politik dalam hasil verifikasi lantaran bukan hasil verifikasi murni.

”Ini verifikasi daging sapi dan PKNU sengaja yang dikorbankan,” ujar Ketua Umum PKNU Choirul Anam.

Menurutnya, PKNU telah melengkapi semua persyaratan verifikasi administrasi KPU. Mulai dari kantor 100 persen pusat, 75 persen kab/kota dan 50 persen kecamatan serta KTA yang lengkap 1/1000 di tiap kabupaten.

“Persyaratan kita lengkap, bukti faktualnya pun ada dan semuanya lengkap, harusnya KPU menjelaskan hal ini,” katanya.

Cak Anam, demikian dia biasa disapa, mengatakan, permainan politik ada dibalik hasil verifikasi tersebut. Sebab, katanya, verfikasi tidak dilakukan oleh komisioner melainkan dilakukan pegawai KPU sendiri. Untuk itu, katanya, pihaknya akan mengajukan gugatan kepada KPU atas hasil verifikasi tersebut. (rol/r3)