Gaji Tukang Sapu Jalan Di Bawah UMK Surabaya

Tidak ada komentar 956 views

Surabaya, (DOC) – Gaji tukang sapu jalanan yang tergabung dalam sebuah perusahaan rekanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan masih jauh di bawah nilai UMK Surabaya. Selama sebulan bekerja mereka mendapat gaji sebesar Rp1,5 juta yang dibayarkan bertahap selama dua minggu sekali.
Padahal Wali Kota Tri Rismaharini menghendaki tak ada perbedaan gaji antara tukang sapu jalanan yang di bawah naungan perusahaan atau CV dengan tukang sapu yang tergabung dalam Satgas Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Alasannya, mereka sama-sama menyapu jalanan sehingga gaji pun harus sama.
Kenyataannya seperti yang dialami salah satu pekerja di kawasan Surabaya Barat, gajinya jauh di bawah Satgas Dinas Kebersihan. Pekerja di Satgas itu setiap bulan mendapat Rp2,2 juta atau sudah sesuai UMK.
“Kami dapat kabar kalau gaji kami akan dinaikkan tahun depan. Tapi penerimaan kenaikan gaji itu mulai bulan 3 pada 2015. Sementara uji coba menggunakan absen elektronik sejak Oktober 2014. Kabarnya kami tidak diambil CV lagi tapi kami gabung di Satgas,” ujar salah satu ibu yang sudah lama menjadi penyapu jalanan.
Mengapa kenaikan gajinya dimulai bulan 3? Menurut dia, karena sesuai dengan masa berakhirnya kontrak CV Naoli yang diikutinya. Setelah itu mereka akan ditarik menjadi Satgas di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surabaya.
Dia juga menjelaskan, untuk Satgas, sejak Januari 2015 sudah ada kenaikan gaji menjadi Rp2,6 juta. “Kan sejak Januari juga ada kenaikan UMK, walau kami ada kenaikan gaji tapi tetap saja kan nantinya di bawah UMK,” tambah dia.
Wanita penyapu yang minta identitasnya dirahasiakan ini berharap, kalau memang ada kebijakan wali kota yang memasukan mereka sebagai Satgas, hendaknya ada persamaan gaji sesuai UMK Surabaya. Jangan sampai mereka tetap menerima gaji di bawah UMK. (co/r4)