Galang Dukungan, Partai Bulan Bintang Dekati Kaum Nahdliyin

Surabaya – Partai Bulan Bintang (PBB) bertekad untuk bekerja keras dalam meraih dukungan masyarakat pada Pemilu 2014. Ketua Majelis Syuro DPP PBB, Yusril Ihza Mahendra saat melakukan konsolidasi dengan para calegnya di Surabaya, Sabtu Malam (27/7/2013) mengakui pada pemilu 2009 terdapat kelemahan dalam strategi, sehingga perolehan suara tidak signifikan.

“Pendekatan kami sebelumnya lebih banyak ke kampus dan kalangan elit” ungkapnya.

Kedepan, dalam menghadapi Pemilu 2014, sasaran PBB dalam beberapa tahun terakhir menggalang dukungan yang mengarah ke kalangan Nahdliyin dan abangan.

“Saat ini kami banyak turun ke Kyai adan santri, dan tidak kalah kaum abangan yang selama ini agak jauh dari kekuatan politik Islam” kata mantan Menkumham.

Yusril yakin pendekatan ke kalangan santri tidak menemui hambatan. Menurutnya, selama ini Nahdlatul ulama membebaskan anggotanya untuk memilih partai poiltik mana saja dalam pemilu, dan salah satu alternatifnya mereka diharapkan bisa bergabung dalam Partai Bulan Bintang. Bahkan, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, meski sejumlah kaum Nahdliyin banyak yang telah bergabung ke Partai yang ia dirikan, mantan Ketua PBNU KH. Hasyim Muzadi juga siap membantu dirinya dalam mengalang dukungan.

“Pak Hasyim akan bantu, dimanapun saya hadir, beliau akan hadir” paparnya.

Ia mengakui dalam pemilu sebelumnya perolehan suara di wilayah Jawa tidak cukup besar. Basis massa PBB berada di luar jawa, seperti Sumatera, Kalimantan, sulawesi dan NTB. Untuk itu, dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya memfokuskan penggalangan dukungan di Jawa.

“Dua setengah tahun ini, kami konsentrasi untuk memperkuat basis dukungan di jatim dan Jateng” ungkap Mantan Mensesneg.

Yusril optimis, dengan jumlah parpol sedikit, yakni 14 parpol. PBB diharapkan menjadi salah satu alternatif partai yang memberi warna baru dalam perkembangan politik di tanah air. Pasalnya, saat ini sejumlah partai tengah dirundung masalah korupsi, sementara Partai Bulan Bintang tidak menghadapi masalah itu. Dalam pemilu legislatif mendatang, secara nasional pihaknya menargertkan memperoleh dukungan suara sekitar 8 hingga 10 persen.(K-4)