Gelapkan Asset Pemkot Hasil Kompensasi RPH, Mantan Dirut PT Abah Tohir Ditahan Kejati

foto : Dirut PT Abah Tohir Surya saat penahanan pihak Kejati

Surabaya,(DOC) – Lepasnya sejumlah asset milik pemerintah kota (Pemkot) Surabaya, menjadi perhatian serius dari kejaksaan tinggi (Kejati) Jawa Timur.

Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim, Kamis(11/1/2017) kemarin, menahan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Abah Tohir Surya, Winardi Khrisna Yudha, SE. AK, yang dianggap telah menggelapkan asset Pemkot.

“Kita tahan 20 hari ke depan.” Kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi, Jumat(12/1/2018).

Penahanan mantan Dirut PT Abah Tohir Surya masa jabatan 2001-2010 ini, lanjut Didik Farkhan, tidak seperti biasanya. Mengingat Winardi Khrisna Yudha ini di tahan pada cabang rumah tahanan (Rutan) klas I Surabaya cabang Kejati Jatim yang baru saja dioperasional dan lokasinya tepat berada di samping gedung Kejati, Jl. A Yani Surabaya.

“Tersangka Winardi ini adalah yang pertama kali menghuni rutan cabang Kejati Jatim.” tegas Didik.

Didik menjelaskan, mantan Dirut PT Abah Tohir Surya ini lantaran diduga telah melakukan korupsi dengan menjual kompensasi tanah milik Pemkot Surabaya yang berada di Wonoayu, Sidoarjo seluas 7 Hektar.

Perolehan tanah di Wonoayu tersebut berasal dari  perjanjian sewa antara PT Aba Tohir Surya dengan menggunakan aset Pemkot Surabaya yang berada di daerah Banjar Sugihan seluas 13 hektar untuk rumah potong hewan (RPH)

” Yang seharusnya tanah itu diserahkan ke Pemkot, diam diam, Winardi sebagai direktur utama  menjual pada PT RCA tahun 2007 sebesar Rp. 1,5 Miliar. berdasarkan audit, harga tanah itu saat ini sudah Rp. 23 miliar,” jelas Didik.

Kasus penggelapan asset Pemkot yang menyeret mantan dirut PT Abah Tohir Surya ini, akan dikembangkan dengan menahan beberapa pihak yang terlibat.

“Kita sedang dalami siapa saja  yang terlibat dan kita kembangkan dan nanti kita sampaikan ke temen-teman,” pungkas mantan Kajari Surabaya ini.(pro/r7)