Gelar Acara Didua Tempat Berbeda, Khofifah dan Emil Didoakan Menang Pilgub

Gresik,(DOC) – Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melakukan istigosah bersama sejumlah ulama, pengusaha dan ribuan masyarakat Gresik. Masyarakat, ulama dan Khofifah tampak khidmat beristigosah bersama.

Istighosah dan santunan anak yatim ini digelar di rumah salah seorang pengusaha Raden H. Mohammad Thohir , Jawa Timur, Kamis, (10/5/2018). Turut hadir, tokoh ulama Jember KH. Suyuti Thoha sebagai pengisi ceramah di acara tersebut.

Khofifah yang baru datang ke lokasi langsung disambut meriah oleh seluruh masyarakat yang hadir. Mereka senang atas kedatangan orang nomor satu di Muslimat NU tersebut.

Menteri Sosial 2014-2018 tersebut mengatakan, bahwa tujuannya datang hanya untuk silaturahmi, beristigosah dan ingin menyapa langsung masyarakat Gresik. Khofifah berterima kasih terhadap antusiasme masyarakat Gresik.

“Saya datang ke istigosah ini hanya untuk silaturahmi dan bukan berkampanye, dikarenakan hari ini tanggal merah, kalau saat kampanye saya pasti akan meminta doa dan dukungan dari para tamu undangan yang datang,” ucap Khofifah saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Ketua Forum Pengusaha Kabupaten Gresik, Raden H. Mohammad Thohir, menyampaikan, sangat yakin bahwa pasangan nomor 1, Khofifah-Emil terpilih saat Pilgub Jatim 27 Juni 2018 nanti.

“Insyaallah kita akan dukung penuh bersama karyawan 99 persen, demi kemenangan Ibu Khofifah nanti. Alasannya karena tidak ada lain pilihan kita yang pas, dan pemimpin wanita yang paling utama adalah ibu Khofifah” paparnya.

Emil Dardak : Pondok Pesantren Adalah Benteng Pendidikan Jawa Timur

Emil Elestianto Dardak, calon wakil gubernur Jawa Timur nomor urut 1 memang selalu menjadi magnet di setiap kunjungannya. Terlebih setelah tampil gemilang dalam debat kedua Pilgub Jatim beberapa hari yang lalu.

Di kota tape suami Arumi Bachsin ini mengunjugi 2 pesantren, diantaranya PP. Nurus Syam, Wringin Bondowoso pimpinan KH. Malik Sanusi dan PP Nurut Taqwa, Cerme Bondowoso pimpinan KH. Maksum Zainullah dan KH. Nawawi Maksum, Jumat(11/05/2018).

Tiba di PP. Nurus Syam, Emil Dardak langsung disambut oleh para wali santri yang sudah lama menunggunya. “Ini Pak Emil, yang pinter debat itu di TV. Duh mak genteng (kok ganteng) saya pilih Khofifah-Emil,” kata seorang ibu-ibu dengan logat Madura.

Disini ketua PCI NU Jepang langsung dikenalkan kepada seluruh jamaah oleh KH. Malik Sanusi. Emil Dardak dinilai sebagai tokoh muda NU inspirator, lantaran segudang prestasi dan inovasinya. Di dapuk memberikan sambutan, Emil Dardak menuturkan bahwa pesantren adalah benteng pendidikan di Jawa Timur.

“Alhamdulillah saya bisa bertatap muka, berjabat tangan langsung dengan masyarakat Bondowoso yang sangat ramah. Kita harus tahu keberadaan pondok pesantren adalah benteng oendidikan dari masyarakat Jawa Timur yang insyallah bukan hanya maju otaknya tetapi juga maju hatinya berakhlaqul kharimah,” tuturnya dihadapan ratusan santri dan wali santri.

Lebih lanjut pondok pesantren harus menjadi unggulan di Jawa Timur karena metode pendidikan terbaik salah satunya adalah pondok pesantren. Ia juga  mengajak semua elemen untuk mewujudkan hal ini bersama-sama. Pesantren disebutnya sebagai kawah candradimuka yang melahirkan insan kreatif, jujur, amanah dan berbudi luhur.

“Alumni pesantren harus menguasai berbagai macam bidang keilmuan dan berdiaspora ke berbagai leading sektor strategis mulai dari dokter, insinyur, ekonom, pengusaha dan sebagainya,” pungkasnya.(r7)