Gelar Tarian Erotis, Pemkot Harus Tutup Foreplay

Tidak ada komentar 214 views

Surabaya, (DOC) – Tarian erotis yang dilakukan dua sexy dancer mengundang birahi dan berbau porno aksi terlihat di Foreplay berlokasi di Surabaya Town Square (Sutos). Hal itu mendapat reaksi keras dari anggota DPRD Kota Surabaya yang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk segera menutup tempat hiburan tersebut karena dinilai tidak memiliki etika serta merusak generasi muda di Surabaya.
Anggota Komisi A DPRD Surabaya yang membidangi perizinan, KH Mochammad Na’im Ridwan mengatakan, Pemkot harus bersikap tegas terhadap tempat hiburan malam yang menyajikan pornoaksi. “Saya minta Pemkot harus tegas dengan menutup Foreplay dan mencabut ijin operasinya,” kata Gus Na’im, sapaan akrabnya.
Seharusnya kata Gus Na’im, Pemkot menghormati makam para wali yang berada di Surabaya, seperti makam Mbah Ampel, Mbah Bungkul dan Mbah Karimah yang telah berjasa dalam mendidiki masyarakat untuk mengenal kehidupan bermartabat serta bermasyarakat.Jika memang Pemkot Surabaya tegas dalam memberantas prostitusi dan tracffiking, seharusnya bersikap tegas dengan membatasi tempat hibuaran malam.
Hal senada juga disampaikan anggota dewan lainnya, Simon Lekatompessy. Menurutnya, Pemkot harus tegas dalam menyikapi tempat hiburan malam. “Apa yang disajikan Foreplay itu sudah tidak benar dan harus ditindak tegas dan ditutup,” kata Simon.
Jika Pemkot tidak bertindak tegas, jangan salahkan ormas keaagamaan akan melakukan tindakan karena apa yang dipertontonkan tempat hiburan malam itu sudah keluar dari etika dan budaya timur yang terkenal sopan santunnya.
Sementara itu Kepala Satpol PP selaku penegak Perda saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih menunggu perintah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terkait dengan maraknya tempat hiburan malam yang mempertontonkan tarian berbau pornoaksi. (r4)