Gelar USG Varises Gratis untuk Hari Ibu

Tidak ada komentar 242 views

Surabaya, (DOC)–Varises lebih banyak dialami oleh kaum hawa. Bila disepelekan, varises ternyata bisa mengakibatkan kematian mendadak. Nah, di momen peringatan Hari Ibu, Jumat(22/12/2017) siang tadi, Varises Indonesia menggelar workshop dan USG varises secara gratis di Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya.

Varises merupakan terjadinya pembengkakan pembuluh darah vena. Varises kerap dianggap penyakit yang tidak berbahaya. Namun penyakit yang kerap disepelekan ini ternyata justru bisa menyebabkan kematian mendadak.

Founder Varises Indonesia dr. Niko Azhari Hidayat Sp.BTKV mengungkapkan, varises paling banyak diderita oleh wanita daripada kaum pria. “Perbandingannya bisa 60-70 persen wanita, dan 40-30 persen laki-laki. Tapi 40-50 persen juga bisa dipengaruhi adanya faktor genetik atau keturunan,” terang Niko.

Varises mudah dialami wanita lantaran tekanan pembuluh darah yang kerap tidak stabil, terutama saat memasuki masa kehamilan. Sedangkan kaum pria, kasus varises lebih banyak dialami pada seseorang dengan pekerjaan fisik yang berat dan keras.

Perlunya Deteksi Dini

Niko menghimbau untuk melakukan pemeriksaan varises sejak dini. Pasalnya, bila disepelehkan dampaknya bisa cukup mengkhawatirkan. Beberapa orang juga tidak banyak tahu bagaimana cara menangani ataupun mendeteksi varises di tubuhnya.

Memanfaatkan momen peringatan Hari Ibu Nasional, Lembaga Varises Indonesia bersama Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) menggelar workshop dan pemeriksaan ultrasonografi varises gratis. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus memberikan kesempatan bagi beberaoa wanita indonesia yang mengalami penyakit varises.

Workshop gratis tersebut cukup menarik perhatian para ibu yang mengaku banyak kesulitan dalam melakukan pemeriksaan varises. “Alhamdulillah bisa memeriksakan kondisi varises di kaki saya. Saya mengira poli untuk pemeriksaan varises ini sangat jarang ditemui di rumah sakit. Kebetulan ada kesempatan ini, tadi habis di periksa akhirnya saya tau kalau saya punya varises. ” ujar Iis Kholisin, salah seorang peserta.

Selama workshop, dokter spesialis bedah toraks kardiovaskuler Niko Azhari Hidayat mengajak ibu-ibu dan juga remaja wanita untuk cerdas dalam mengenali gejala varises sejak dini. Tak hanya itu, peserta juga di ajak berani untuk melakukan usg varises.

Pasalnya, varises tak hanya dialami oleh para ibu yang sudah pernah melahirkan. Namun, varises bisa saja dialami oleh remaja yang dipicu faktor keturunan.

Dokter yang berpraktek di RS Husada Utama dan Mitra Keluarga ini juga menyayangkan atas minimnya perhatian penyakit varises di indonesia. “Meski bukan penyakit yang membahayakan, namun penyakit yang hampir 80% di derita manusia ini dapat merugikan lantaran bisa menyembabkan nyeri yang sangat hebat. Jadi guna pencegahan terjadinya varises stadium akut harus segera deteksi USG kemudian dilakukan pengobatan,” tandasnya. (nps)