Gerakan Camat dan Lurah Untuk Rebut Adipura

Tidak ada komentar 163 views

Surabaya,(DOC) – Penilaian Adipura Kencana telah memasuki fase akhir. Tak lama lagi, pemenang penghargaan di bidang lingkungan itu akan diumumkan. Namun sebelumnya, kota-kota nominator akan diverifikasi oleh Dewan Pertimbangan Adipura.
Sebanyak tujuh orang rombongan Dewan Pertimbangan Adipura berkunjung ke balai kota Surabaya, Senin (13/5). Kedatangan mereka diterima oleh Wali Kota Tri Rismaharini beserta segenap jajaran kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pemkot.
Pada kesempatan itu, wali kota memaparkan secara rinci program-program pemkot yang berkaitan dengan kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Menurut Risma -sapaan wali kota-, kunci sukses perubahan wajah kota yang kini lebih asri dan bersih terletak pada peran aktif serta partisipasi masyarakat.
Oleh karenanya, Risma kini tengah menggerakkan para camat dan lurah, sebagai pejabat yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, untuk lebih intens sosialisasi masalah lingkungan. Sekarang, banyak wilayah yang menerapkan kerja bakti secara rutin.
“Ini bukan untuk kepentingan pemkot saja, tapi yang lebih penting adalah bagaimana membangun budaya masyarakat yang sadar akan kebersihan,” terangnya.
Kota Surabaya memang dikenal dengan semboyan “bersih dan hijau”. Semangat itulah yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari segi pemerintahannya, banyak program-program pemkot yang berwawasan lingkungan. Di antaranya, pembangunan rumah kompos yang sudah mulai menjamur. Wali kota juga memperlihatkan kondisi kampung-kampung yang sudah menjalankan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). IPAL tersebut memang sederhana, namun berfungsi dengan baik.
Daur ulang dan bank sampah juga merupakan salah satu upaya pemkot dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA). Sampah mulai dipilah sejak awal, dengan demikian jumlah sampah di TPA akan berkurang. Sampah ternyata bisa dimanfaatkan secara ekonomis dan punya nilai jual. Manajemen bank sampah kini sudah diajarkan di sekolah-sekolah dan seluruh kampung. Kini jumlah bank sampah sudah mencapai 135 bank.
Selama paparan, beberapa anggota Dewan Pertimbangan Adipura terlibat tanya-jawab dengan wali kota perempuan pertama di Surabaya itu. Risma pun melayani dengan memberikan penjelasan secara terperinci. Ketua Dewan Pertimbangan Adipura, Sarwono Kusumaatmaja, mengatakan, sepak terjang Surabaya dalam bidang pengelolaan lingkungan memang sudah tidak diragukan lagi. Dia menilai, partisipasi masyarakat sudah sangat baik, hanya ada beberapa hal saja yang perlu mendapat perhatian.
“Semua sudah sangat baik. Apa yang ada di sini bahkan sudah layak dijadikan percontohan daerah lain. Yang ingin saya tahu hanya apa program pemkot yang belum selesai,” kata Sarwono yang pernah menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup ini.
Usai lawatan di balai kota, rombongan bergerak menuju beberapa lokasi. Tim juri mengunjungi beberapa sekolah, super depo Sutorejo, dan taman kota. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Surabaya, Musdiq Ali Suhudi, menuturkan, tujuan kedatangan Dewan Pertimbangan Adipura kali ini adalah untuk melakukan verifikasi lapangan. Hal itu sehubungan dengan masuknya Surabaya sebagai salah satu nominator penerima Adipura Kencana kategori kota metropolitan tahun ini. Kota Pahlawan akan bersaing dengan tiga kota lain, yakni Palembang, Medan, dan Tangerang.
Terkait sekolah Adiwiyata di Surabaya yang mendapat pujian dari Dewan Pertimbangan Adipura, Musdiq mengatakan, membangun budaya yang sadar lingkungan memang harus dimulai sejak masa sekolah. Adiwiyata adalah penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup kepada sekolah-sekolah berwawasan lingkungan. Adiwiyata memang bukan bagian dari Adipura, namun Adiwiyata masuk dalam salah satu indikator penilaian yang menunjang Adipura. Sekadar informasi, Surabaya adalah kota dengan sekolah berstatus Adiwiyata terbanyak se-Indonesia, yaitu 14 sekolah.
“Tahun ini pendekatan tim juri memang berbeda. Mereka turun langsung ke lapangan. Dari hasil tunjauan itulah yang nantinya dijadikan pertimbangan untuk menentukan kelayakan sebuah kota menyandang predikat Adipura Kencana,” terang Musdiq sembari mengisyaratkan pemenang Adipura akan diumumkan sekitar Juni.(R7)