Gerindra, PKS, PAN Bentuk Sekber Menangkan Prabowo

Jakarta,(DOC) – Partai Gerindra, PKS, dan PAN secara resmi membentuk sekretariat bersama (Sekber). Ketua DPD Gerindra, M. Taufik ditunjuk sebagai ketua umum Sekber.

Pelantikan kepengurusan di tingkat pusat disampaikan anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade, Senin (28/5/2018). Andre mengaku didapuk sebagai juru bicara Sekber.

“Sekber ini akan melantik pengurus di seluruh Indonesia. Rencananya akan sampai tingkat RT seperti di Pilkada DKI. Pengurus Sekber ini berasal dari 3 partai. Partai-partai ini sudah mengirimkan namanya,” kata Andre.

Selain itu, Sekber menunjuk politikus PKS, Muhammad Idrus sebagai Sekjen. Andre mengatakan, Sekber Gerindra-PKS-PAN akan fokus mendukung Prabowo Subianto sebagai Capres.

“Sekber ini akan menjadi tempat berkumpul pendukung Pak Prabowo dan juga ujung tombak pemenangan di seluruh Indonesia. Dan kami juga akan terus membuka diri bagi masyarakat yang ingin bergabung dengan Sekber, yakni mendukung pencalonan Pak Prabowo sebagai capres 2019,” imbuh Andre.

Sekber tiga partai ini merupakan bentuk metamorfosis dari Koalisi Merah Putih (KMP). Bila di Pilpres 2014 KMP dinaungi banyak partai, kini tampaknya koalisi yang dipimpin Partai Gerindra itu menciut untuk Pilpres 2019.

KMP pada Pilpres 2014 diisi Gerindra, PAN, PPP, PKS, PBB, dan Golkar. Koalisi ini kala itu solid menantang Koalisi Indonesia Hebat (KIH), yang dipimpin PDIP dengan pasangan yang diusungnya adalah Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Selain PDIP, partai yang tergabung dengan KIH adalah PKB, NasDem, Hanura, PKPI, dan sebagian PPP yang tak mendukung Prabowo.

Setelah Jokowi-JK keluar sebagai pemenang Pilpres 2014, KMP masih sesumbar bakal bertahan jadi koalisi permanen. Namun komitmen itu perlahan-lahan luntur, satu demi satu parpol anggota KMP bergabung menjadi parpol pendukung Jokowi-JK dan tentu mendapatkan menteri di Kabinet Kerja. Golkar, PPP, dan PAN merapat ke kubu Jokowi.

Setelah drama politik panjang, tinggal Gerindra dan PKS yang bertahan di koalisi permanen itu. Belakangan, PAN mulai muncul lagi sebagai wajah oposisi meski punya menteri di Kabinet Kerja, yakni MenPAN-RB Asman Abnur.(dtc/ziz)

Tag: