Giliran Fraksi PKS yang Ngambek

Tidak ada komentar 97 views

Surabaya,(DOC) – Kabar kurang sedap terus mengiringi prosesi pemilihan Wakil Walikota (Wawali). Terbaru, berdasarkan sumber yang ada di DPRD Surabaya, disebutkan bila Fraksi Partai Keadilan Sejahtara (PKS) dan fraksi gabungan (Apkindo) sepakat menunda mengirimkan anggotanya sebagai panlih.
“Itu yang ngomong orang PKS sendiri, jadi saya tidak megada-ada,” ujar sumber yang tidak mau dipublikasikan namanya ini.
Menurut dia, berdasarkan penjelaskan yang disampaikan kader PKS mereka belum akan mengirimkan anggotanya sebagai panitia pemilihan lantaran masih menunggu sikap yang diambil ketua fraksi Apkindo, Eddy Rusianto.
“PKS tidak mau ngirim duluan. Mereka takut, ketika mengirim terlebih dahulu malah dicurigai telah mendapakan sesuatu oleh Apkindo. Intinya, keduanya saling menunggu,” tandasnya.
Terpisah, Ketua Fraksi Apkindo Eddy Rusianto membantah kabar tersebut. Menurutnya, fraksi Apkindo berbeda dengan fraksi-fraksi lain yang ada di DPRD. Selain Gerindra, tiga partai lainay adalah partai amanat nasional (PAN), partai persatuan pembangunan (PPP) serta partai kebangkitan nasional ulama (PKNU).
“Tidak ada itu mas kesepakatan seperti itu. kami ini kan terdiri dari empat partai, jadi wajar kalau kami tidak bisa serta merta dalam menunjuk siapa yang bakal dikirim sebagai Panlih,” bantah Eddy.
Menurut Eddy, sebagai fraksi yang terdiri banyak partai setiap keputusan yang diambil harus berdasarkan suara dari seluruh partai. Meskipun untuk ketua fraksi Apkindo saat ini dijabat oleh kader yang berasal dari Partai Gerindra.
“Memang saya dari partai gerindra, tapi saya tidak bisa begitu saja langsung menunjuk kader Gerindra sebagai perwakilan dalam panitia pemilihan,” tandas anggota Komisi B (perekonomian ) ini.
Lebih jauh, pria yang juga tercatat sebagai aggota badan kehormatan itu menyatakan, tidak ada iktikad untuk menghambat pemilihan Wawali. Eddy menjelaskan, belum dikirimnya anggota panlih dari Apkindo murni karena belum ada rapat dengan seluruh partai.
“Yang satu partai saja sulit mengadakan rapat koordinasi, apalagi Apkindo yang terdiri dari empat partai,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua DPD partai Golkar Surabaya, Adies kadir yang juga anggota Komisi A (hukum dan pemerintahan) juga menampik jika belum dikirimnya anggota FPG sebagai upaya menghambat pemilihan Wawali.
“Saya pastikan, kami tidak ada niat menghambat. Dari awal kami sadar, Wawali itu memang hak dari PDIP,” terang Adies Kadir.
Disinggung apakah belum dikirimnya anggota Panlih dari partainya lantaran partai Golkar menginginkan jabatan tertentu seperti Ketua Komisi B dan Badan Kehormatan (BK), Adies membantah hal itu. Menurutnya, dalam sisa pengabdian satu tahun ini partainya tidak menginginkan jabatan atau posisi apapun.
“Kami tidak pernah minta jabatan apapu. Seandaianya kami dikasihpun, pasti akan kita tawarkan kepada fraksi yang bersedia,” tegas Adies.
Apalagi, dalam sisa satu tahun ini partainya lebih konsen kapada upaya pemenangan partai golkar dalam pemilu mendatang. “percuma waktunya tinggal satu tahun saja. Lebih baik kita fokus bekerja dan turun langsung dalam menyelsaikan berbagai persoalan yang dihdapi warga,” pungkasnya.(k1/r7)