GPNU Kecam Money Politic Dalam Konferwil NU Jatim

Tidak ada komentar 238 views

Surabaya (DOC) – Gerakan Penyelemat NU (GPNU) mengecam indikasi money politik dalam Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama (Konferwil NU) Jatim di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Tulangan, Sidoarjo. Khoirul Rijal, Ketua Gerakan Penyelamat NU (GPNU), Sabtu (1/6/2013) mengharapkan, Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama (Konferwil NU) Jatim, dijadikan langkah awal merumuskan masa depan kelembagaan Nahdlatul Ulama yang nantinya benar-benar bisa membawa manfaat bagi jamaahnya. Jika jam’iyah NU bisa hadir bagi jamaahnya, dan jamaah merasakan manfaat menjadi anggota NU, maka NU menurutnya akan makin dicinta.

Munculnya desas-desus perbincangan money politik atau politik uang dalam pemilihan Ketua Tanfidziyah dan Syuriyah PW NU Jatim dinilai tidak elok jika hal itu sampai terjadi.

“NU itu Ormas Islam, kalau sampai Ormas yang berbasiskan agama terkontaminasi politik uang. Mau dibawa kemana masa depan NU, Islam serta bangsa Indonesia ini,” tegas M Khoirul Rijal, Ketua Gerakan Penyelamat NU (GPNU).

Ia menambahkan, sebagai organisasi Civil Society, sudah sepatutnya NU menjadi garda terdepan dan tauladan dalam pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme. Para kandidat yang bersedia menyalonkan sebagai Ketua PW NU, seharusnya tanpa diminta mereka sejak awal sudah memberanikan diri menegaskan kalau tidak akan ada politik uang dalam pemilihan Ketua PW NU. Ketegasan itulah yang nantinya akan meredam desas-desus penggunaan politik uang.

Untuk menjaga martabat dan kehormatan NU lepas dari kepentingan politik sesaat, khususnya terkait tarik ulur kepentingan Pilgub Jatim. GPNU telah menerjunkan Tim Investigasi yang bertugas mengawal pelaksanaan Konferwil NU Jatim lepas dari money politik.
“Kami tak segan-segan akan ekspos ke media kalau sampai ada kader NU yang menggunakan politik uang untuk mengamankan kepentingannya,” tegasnya.

Tim diterjunkan kini telah tersebar disemua areal muktamar. Relawan tersebut nantinya akan menampung informasi dan mencari kebenaran jika memang ditemukan politik uang oleh sejumlah kandidat.

“Relawan yang terlibat merupakan kader-kader NU yang cinta dan ingin NU menjadi organisasi yang makin terhormat dan maslahat bagi ummat,” katanya.

Khoirul Rijal mengatakan Konferwil NU Jatim seharusnya menjadi kesempatan yang tepat dalam merumuskan master plant masa depan NU. Sumbangsih NU bagi kemajuan bangsa ini sangatlah besar. Mulai dari bidang pendidikan, keagamaan, peningkatan sumberdaya manusia, kesehatan, serta sejumlah bidang lainnya. Ironisnya, apa yang telah diberikan NU bagi bangsa ini kenyataannya belum sebanding dengan apa yang didapat NU. Buktinya, banyak infrastruktur lembaga pendidikan dan kesehatan milik NU yang kurang mendapat perhatian pemerintah. Banyak gedung sekolah milik NU dan balai kesehatan atau rumah sakit yang kini kondisinya kurang terawat.

“Konferwil NU Jatim seharusnya bisa merumuskan pernyataan tegas tentang kondisi tersebut,” ujarnya.

GPNU meminta kepada muktamirin memikirkan masalah pendidikan dan kesehatan bagi jamaahnya, karena selama ini jumlah masyarakat miskin yang kurang mendapatkan kesempatan baik dalam layanan pendidikan dan kesehatan sebagian besar adalah warga NU.

“Jangan hanya suara NU yang jadi rebutan dalam pesta politik, tapi selalu jamaah NU yang engkau korbankan,” tegasnya. (K-4)