Grand Opening Condotel Twin Tower, Diwarnai Aksi Demo

yenny_customerSurabaya,(DOC) – Puluhan korban penipuan condotel milik PT Menara Bumi Sejahtera (MBS) / Harris Skyline Towers Condotel & Office, menggelar unjuk rasa di depan bangunan twin tower di Jalan Mayjen Sungkono 178 Surabaya, Senin(7/11/2016) sore. Aksi dilakukan bersamaan dengan acara grand opening hunian vertical mewah yang sekarang di kuasai oleh Mayapada Groub tersebut.

Koordinator aksi Basuki Gede Prabowo menyampaikan, aksi protes terpaksa mereka lakukan karena merasa telah dibodohi oleh pemilik bangunan. Hunian yang telah mereka cicil, mendadak dipindah tangankan kepada pihak lain tanpa pemberitahuan kepada calon penghuni. Sementara, pemilik hunian yang mencicil hampir lunas tersebut, tidak mendapatkan ganti rugi atas penjualan itu.

“Kami ini sudah menbayar hampir 90% biaya. Tetapi mendadak hunian dijual kepada pihak lain. Ironisnya, uang pembayaran yang sudah kami setor tidak dikembalikan. Begitu kami kroscek ternyata sudah berganti manajemen. Ini kan penipuan namanya. Karena itu, kami datang ke sini menuntut ganti rugi,” tegas pria yang juga Wakil Direktur Direktorat Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional (LPKN) Jatim ini.

Basuki menyampaikan, semula bangunan tersebut adalah milik PT MBS dengan direktur Oei Robby Wijaya. Namun, September 2015 silam berganti pemilik ke PT Mayapada dan sekarang berganti lagi kepada Fair Field Marriot. “Hingga pergantian tiga pemilik ini konsumen tidak diberitahu. aneh,”katanya.demo_condotel2

Sementara itu, salah seorang korban Yenni Suriansjah mengaku telah dirugikan hingga Rp700 juta oleh pemilik pertama Oei Robby Wijaya. Menurutnya hingga pergantian pemilik ke Fair Field Marriot dia tidak mendapatkan uang pengganti sama sekali.

Yenni mengaku telah membeli condotel tipe 36 seharga Rp800 juta pada tahun 2013 silam dengan system in-house. Pada September 2015 silam, angsuran sudah mencapai Rp700 juta. Namun, karena ada informasi pergantian kepemilikan, dia menghentikan angsuran dan menanyakan perihal perjanjian jual beli dan pembayaran yang sudah dilakukan.

“Nah, ternyata PT MBS ini menghilang. Saya juga sudah tanyakan ke manajemen PT Mayapada. Tetapi mereka juga mengaku tidak tahu. Ini yang kami sesalkan. Wong jelas-jelas ada hak kami yang masih ada di sana,”tegas perempuan paroh baya ini.

Yenni tidak sendiri. Dia mengaku ada Sembilan orang lagi yang menjadi korban penipuan tersebut. Jumlahnya juga ber-vasirasi mulai dari Rp 500 juta hingga lebih dari Rp.2 miliar. Sebagian korban sampai saat ini, juga tengah berjuang menuntut keadilan.

“Informasinya sudah ada yang dibayar. Tetapi masih banyak yang belum termasuk saya. Makanya kami datang menggelar unjuk rasa ini,”tukas Yenni.

demo_condotel3Atas tindakan penipuan tersebut, Yenni mengaku telah melapor ke Ditreskrimum Polda Jatim. Dirinya melaporkan pemilik PT MBS Oei Robby Wijaya.

“Saya sudah diperiksa. Mudah-mudahan, ada keadilan atas tindakan terhadap saya dan teman-teman,”pintanya.

Sementara itu, aksi yang digelar pada pukul 16.00 Wib, di depan condotel Fair Field Marriot, Jl, Mayjend Sungkono sempat dibubarkan oleh pihak kepolisian yang bertugas saat acara grand opening berlangsung.  Direktur PT MBS Oei Robby Wijaya belum bisa dikonfirmasi atas pertemuan yang dimediasi oleh pihak kepolisian, usai aksi demo berlangsung.  Beberapa kali dihubungi, ponsel Direktur PT MBS ini tidak aktif.(r7)