Grebek MOP 2013, Bapemas KB Sosialiasi MOP ke Pasar dan Terminal

Surabaya, (DOC) — Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapemas & KB) Kota Surabaya terus melakukan gebrakan layanan KB. Setelah tahun 2012 lalu berhasil memecahkan rekor MURI pelayanan MOW dalam waktu dua bulan, Bapemas & KB Kota Surabaya pada April-Mei 2013 ini akan melakukan kegiatan Grebek MOP. Sebanyak 302 akseptor MOP ditargetkan dapat terlayani. Yang luar biasa, target yang seharusnya dicapai selama setahun itu akan coba dituntaskan hanya dalam dua bulan.

Kepala Bapemas & KB Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan, kegiatan grebek MOP ini merupakan lanjutan dari kegiatan grebek MOW di tahun 2012. Ketika menerima piagam MURI MOW di Balai Kota Maret 2012 lalu, Walikota Surabaya, Tri Risma Harini menyatakan bahwa tahun 2013 Surabaya akan memecahkan rekor MURI pelayanan MOP. Namun, target tersebut tidak mudah.

Ini karena dibanding MOW (Medis Operatif Wanita) atau disebut juga tubektomi/steril wanita, MOP (Medis Operatif Pria) atau vasektomi/steril pria memang belum banyak diminati dan dikenal masyarakat. Kesertaan pria dalam ber-KB baru mencapai 0,3% dari 395.352 peserta KB aktif semua metode. Jumlah itu termasuk dengan pemakai KB kondom sebanyak 25.865 akseptor. Sedangkan akseptor MOP baru mencapai 805 akseptor. Untuk itu, mulai tahun 2013, kegiatan sosialisasi metode KB pria, terutama MOP akan ditingkatkan.

Menurut Antiek, rendahnya kesertaan pria dalam ber-KB, selain karena pilihan ber-KB bagi pria sangat terbatas, yaitu hanya MOP dan kondom, juga karena masih beredarnya anggapan yang salah mengenai metode MOP ini. Masyarakat seringkali mengidentikkan MOP dengan tindakan kebiri. Padahal MOP bukanlah kebiri. Pada tindakan kebiri maka pria tidak lagi bisa melakukan penetrasi dan ejakulasi. Namun, pada MOP pria tetap bisa melakukan aktifitas seksualnya seperti biasa dan tetap bisa melakukan penetrasi dan ejakulasi. MOP sangat efektif dan aman untuk mencegah kehamilan. Hanya dengan bius lokal pada kulit sebelah pinggir kantong buah zakar setelah meraba lokasi saluran sel sperma (vas deferens), dokter lalu memotong dan mengikat kedua saluran sperma ITU, sehingga cairan mani yang keluar ketika ejakulasi tidak lagi mengandung sperma.

“Tindakan bedah minor MOP hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit saja. Tindakan MOP ini lebih sederhana dibanding sunat,” kata Antiek, Rabu (10/4).
Untuk memenuhi target 302 akseptor MOP hanya dalam dua bulan, Bapemas & KB Kota Surabaya akan melakukan sosialisasi MOP dengan mengerahkan seluruh potensi masyarakat atau yang dikenal dengan istilah gugur gunung. Selain melibatkan seluruh Penyuluh KB (PKB) di 31 Kecamatan, juga dilibatkan 16 ribu Kader KB yang ada di RW-RW se –Kota Surabaya. (r4)