GRIB Jatim Basmi Tabloid Kontras

Tidak ada komentar 175 views

Surabaya, (DOC) – Menjelang pemilihan presiden (pilpres) 2014 yang tinggal menghitung hari, black campain (kampanye hitam) mulai marak. Salah satunya beredarnya Tabloid Kontras. Namun, belum sempat beredar luas, Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jawa Timur ambil tindakan tegas membakar 5000 eksamplar dihalaman Kantor GRIB Jatim Jalan Raya Ketintang Baru, Jumat (4/7/2014).
Ketua DPD GRIB Jatim Abdul Salam menerangkan Tabloid Kontras edisi melawan lupa yang mengulas tentang penculikan aktivis 1998 secara khusus menyudutkan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Soebianto dan Hatta Rajdasa. Tentu saja, beredarnya tabloid itu merugikan pasangan nomor urut 1.
Tabloid Kontras yang menampilkan korban-korban penculikan beredar di beberapa daerah di Jawa Timur. Terutama di daerah Jombang, Lamongan, Pasuruan, Kediri dan di Tapal Kuda. “Kami tidak benci kepada Jokowi-Jusuf Kalla, tapi kita menyayangkan pihak ketiga yang memanfaatkan momen ini,” terangnya.
Dia memerintahkan kepada seluruh pengurus DPC GRIB di Jawa Timur untuk melacak keberadaan Tabloid GRIB. Sebab, beberapa hari ini ada kabar akan disebar luas oleh pihak ketiga yang tidak suka dengan Prabowo-Hatta. Puncaknya, informasinya Kontras akan diberikan H-2, tanggal 8 Juli pukul 22.00 WIB melalui pesantren-pesantren di Jatim.
Menurutnya, beredarnya Tabloid yang cenderung menyudutkan salah satu pasangan pilpres 2014 ini akan merusak suasana pilpres. Dia menghimbau kepada masyarakat Jawa Timur agar tidak percaya dengan kampanye-kampanye hitam. Menurutnya, kampanye itu termasuk perbuatan yang melawan hukum dan merugikan Prabowo-Hatta.
Meski dirugikan, namun Prabowo menginstruksikan agar tidak bertindak anarkis. Prabowo memerintahkan ada tindakan yang merugikan dirinya harus dihadapi dengan cara baik-baik, tidak boleh anarkis. “Interuksi dari Prabowo agar tidak bertindak anarkis, semua tabloid ini kita kumpulkan dan kita beli, tidak kami ambil paksa,” urainya.
Hanya saja, langkah hukum tetap harus ditempuh. Kampanye hitam ini merupakan pelanggaran pemilu. Karenanya, GRIB Jatim akan melaporkan ke Bawaslu supaya diproses sesuai aturan hukum. “Tabloidnya tida jelas, susunan redasinya juga tidak ada, yang ada hanya alamatnya, itupun abal-abal,” tandasnya.
Sebelum membakar ribuan Tabloid Kontras, GRIB bersama persatuan Tionghoa (petir) memberikan takjil berupa susu revolusi putih dan makanan pembatal puasa lainnya di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Sebanyak 2.500 takjil dibagi-bagikan kepada pengguna jalan. (ist/r4)