Gubernur Jatim Dukung Pusat Budaya Jawa

Tidak ada komentar 173 views

Surabaya (DOC) – Festival Budaya Jawa yang diselenggarakan Jembatan Merah Plaza, 13 – 30 Oktober siang tadi resmi dibuka Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan dihibur dengan penampilan Maestro Tari Didik Ninik Towok, yang menampilkan beberapa  tarian, diantaranya tarian khasnya ‘Dua Muka’.

Festival budaya yang bertujuan melestarikan budaya lokal ini sebagai bentuk kepedulian Jembatan Merah Plaza dalam melestarikan nilai-nilai budaya jawa yang belakangan tergerus zaman. Gubernur Jawa Timur Soekarwo  usai memberikan sambutan mengapresiasi upaya JMP dalam melestarikan budaya dengan menyediakan ruang seluas 1.500 meter persegi bagi UKM yang menghasilkan produk budaya jawa.

Menurut pria yang akrab disapa Pak De ini ketertarikan terhadap budaya tidak hanya diwujudkan dalam kesenian, namun juga terhadap produk yang bernilai seni.

“Ekspresi budaya menampung produk budaya seperti wayang bisa menjadi buah tangan. Tidak mesti harus gandrung seperti tari-tarian, bisa diekspresikan dengan souvenir” jelasnya, Sabtu, (13/10)

Sementara, Direktur PT. Lamicitra Nusantara Tbk, pengelola JMP mengatakan, Jembatan Merah Plaza akan dijadikan sebagai pusat budaya jawa. Menurutnya, JMP merupakan satu-satunya mall yang berkomitmen sebagai pelestari budaya jawa. Sekitar 20 jenis produk unggulan UKM dengan produk tradisional, seperti Batik, Wayang, kerajinan perak disajikan dalam Festival Budaya Jawa.

Produk-produk kerajinan tersebut berasal dari dalam dan luar Jawa Timur.”Produk-produk yang dipamerkan, kerajinan kulit, bordir.  Mereka adalah UKM Binaan pemprov Jatim. Sebagai komitmen kita sediakan space seluas 1.500 meter persegi. Mereka datang dari Jember, Tulungagung, Cirebon.” Jelas dia. JMP mendukung langkah Gubernur Jatim yang ingin menjadikan Jawa Timur  sebagai Provinsi Jasa dengan memberikan akses  pasar bagi produk-produk UKM.(K-4/R9)