Gubernur Minta Penyaluran Gas Ke masyarakat Melalui Pipa dan Truking

 Kesra

Surabaya (DOC) – Gubernur Jawa Timur.Soekarwo minta penyaluran gas ke masyarakat melalui sistem trucking selain pipanisasi. Mekanisme tersebut untuk mempermudahpengiriman gas ke daerah yang tidak ada instalasi pipa gas. “Apabila ada suatu wilayah yang tidak dialiri instalasi pipa gas, Perusahaan Gas Negara bisa memenuhi kebutuhan tersebut dengan menggunakan sistem trucking,”kata Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim Soekarwo saat tanya jawab dengan peserta yang hadir dalam  Bussines Gathering di Gedung Negara Grahadi Selasa (8/10).

Gubernur Soekarwo menjelaskan, gas yang dikirim ke tempat yang belum dialiri pipa dengan menggunakan truk tangki melalui darat. Langkah ini sambil menunggu terpasangnya saluran pipa.

“Jangan semua wilayah dipasangi pipa tetapi ada wilayah yang pengirimannya menggunakan truck. Nantinya ada masyarakat yang mendapat manfaat limpahan sewa truk nya,” usulnya.

Untuk perjinan daerah pemasangan instalasi pipa di double track tidak ada masalah, tetapi yang  lewat masyarakat agar diurus sendiri. Pada dasarnya Pemprov sangat mendukung pemasangan pipa tersebut untuk memenuhi kebutuhan gas di Jatim.

“Pemenuhan Domestic market obligation gas di Jatim sebanyak 1.100 mm/hari sementara yang tersedia sebanyak 480-500 mm/hari. Pemprov sangat mendukung sekali explorasi di Jambaran sebelahnya Exxon dan west Madura out source segera ada keputusan dari BP Migas dan Pertamina,” ujarnya.

Gubernur pada kesempatan itu menyampaikan kondisi ekonomi di Jatim. Pada semester I tahun 2012, Jatim mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 7,23 persen. Diharapkan akhir tahun 2012, pertumbuhan Jatim mencapai 7,4 persen. Sedangkan PDRB Jatim tahun 2011 mencapai Rp 884 triliun, tahun 2012 ini bisa naik menjadi Rp 1.000 triliun. PDRB Jatim telah menyumbang sebanyak 15 persen terhadap PDB Nasional.

Lebih lanjut disampaikan, dalam struktur PDRB, Jatim sudah menjadi Provinsi jasa. Sebanyak 30,9 persen PDRB Jatim berasal dari sektor jasa, 27 persen berasal dari sektor industri. Dari keseluruhan PDRB tersebut, sebanyak 66 persen berasal dari konsumsi. Dari konsumsi, sebanyak 40 persen berasal dari makan dan minum, sebanyak 60 persen dari non makan minum.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BKPM RI, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Bea dan Cukai Jatim, General Manager PT.PLN Jatim, Perusahaan PMA dan PMDN. (R 6)

Foto : Gubernur Jatim Soekarwo saat tanya jawab dengan peserta yang hadir dalam  Bussines Gathering di Gedung Negara Grahadi, Selasa (8/10)