Gubernur Sindir Walikota Doakan Sembuh

Tidak ada komentar 176 views

Surabaya,(DOC) – Rapat Paripurna Istimewa DPRD kota Surabaya soal pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Wakil Walikota(Wawali) Surabaya sisa masa jabatan 2010-2015 yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, berjalan lancar dan digelar sesuai jadwal, Jumat(24/1/2014) tepat pukul 14.00 Wib.
Sidang Paripurna Istimewa Pelantikan Wisnu Sakti Buana sebagai Wakil Walikota Surabaya ini, hanya di ikuti 29 anggota DPRD Surabaya dan tidak di hadiri Walikota Surabaya Tri Rismaharini.
Ketua DPRD Surabaya M. Mahmud dalam kesempatan tersebut, menyampaikan izin ketidak hadiran Walikota Surabaya yang disampaikan melalui surat resmi. “Saya bacakan izinnya, bahwa menindaklajuti undangan DPRD Surabaya tentang sidang Paripurna Istimewa Pelantikan Wawali kota Surabaya, maka perkenankan saya tidak hadir karena sakit,” jelas Mahmud, membacakan surat Walikota Surabaya saat sidang berlangsung.
Meskipun tidak dihadiri oleh 50 anggota DPRD Surabaya dan disaksikan Walikota Surabaya, Namun prosesi pelantikan Wsinu Sakti Buana sebagai Wakil Walikota Surabaya tetap berjalan.
Usai mengambil sumpah Jabatan Wawalikota Surabaya Gubernur Jawa Timur Soekarwo sempat mendoa-kan Walikota Surabaya yang sedang sakit agar diberi kesembuhan. “Saya berdoa agar Walikota segera sehat kembali dan sembuh secepatnya,” Jelas Gubernur dalam sambutannya.
Gubernur juga menyatakan, Prosesi pelantikan Wawali ini, adalah sebuah amanah Undang Undang pemerintahan yang harus dijalankan. Menurut Ia, Sistem negara yang mengatur pemilihan kepala daerah satu paket harus di hormati. Sehingga dirinya melantik Wisnu Sakti Buana sebagai Wawali menggantikan Bambang DH. “Negeri ini mempunyai adat perpolitikan musyawarah mufakat sebelum pengambilan suara terbanyak. Jika kita selalu mengambil keputusan vooting, maka dikuatirkan kita tidak bisa membedakan benar atau tidak. Begitu pula dengan pelantikan Wawali kota Surabaya ini yang mengedepankan musyawarah sehingga semua pihak harus menghormati demi kerukunan warga Surabaya,”katanya.
Sementara itu, Prosesi pelantikan Wawali, pengamanan dari Satpol PP dan Bakesbang Linmas tidak begitu ketat. Didalam maupun diluar gedung DPRD Surabaya hingga ruang persidangan, pengamanan hanya dilakukan oleh kepolisian.(r7)