Gugatan Eks Rumah Radio Bung Tomo Mulai Disidangkan di PN Surabaya

eks rumah radio Bung Tomo

Surabaya,(DOC) – Gugatan Komunitas Bambu Runcing Surabaya (KBRS) kepada PT Jayanata dan Wali kota Tri Rismaharini atas penghancuran eks rumah radio perjuangan Bung Tomo berlanjut hingga di persidangan.

Pengajuan gugatan ‘class action’ yang dilayangkan pada 19 September 2017 lalu, disidangkan hari ini, di pengadilan negeri (PN) Surabaya, Kamis(19/10/2017).

Pemkot dianggap telah membiarkan peristiwa penghancuran bangunan bersejarah di jalan Mawar 10 yang dilakukan oleh PT Jayanata.

“Bangunan itu sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan keputusan Walikota No. 188.45/004/402.2.04/ 1998. Karena ada pembongkaran dan dibiarkan, maka pihak tergugat dianggap melawan Undang-Undang nomer 11 tahun 2010,” Okky Saputra kuasa hukum KBRS dari Rumah Kemaslahatan Indonesia(RKI).

Pelapor yang merupakan perwakilan rakyat Surabaya dan rakyat Jawa Timur berjumlah 100 orang yang diwakili oleh 8 orang untuk melakukan gugatan class action.

Materi gugatan yaitu meminta pihak Jayanata dan Walikota untuk menanggung renteng biaya pendirian bangunan bersejarah itu, dengan nilai gugatan sebesar Rp.17 milliar lebih.

Pengurus KBRS Isa Anshori menjelaskan, tujuan gugatan ini untuk mengingatkan semua pihak agar turut melestarikan benda cagar budaya.

“Gugatan class action adalah gugatan perdata. Ini sebagai bentuk kesadaran dan kontrol warga terhadap pemerintah khususnya, agar berkomitmen terhadap sebuah keputusan-nya sendiri, sekaligus menegakkan nilai-nilai sejarah bangsa,” pungkasnya.(rob/r7)