Guru Agama Diduga Cabuli Muridnya

Tidak ada komentar 195 views

Jakarta, (DOC) – Seorang guru agama di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, diduga mencabuli muridnya sendiri hingga hamil dan melahirkan bayi laki-laki. Pelecehan seksual tersebut terjadi antara 2012 hingga 2013. Kejadian tersebut baru diketahui keluarga akhir September lalu, menjelang kelahiran jabang bayi.
Terkuaknya kasus ini setelah korban pada 9 Oktober bercerita kepada orang tuanya. Bersama sang ayah, AH melaporkan ke polisi.
Gadis 15 tahun ini terus mengurung diri di kamar kontrakan berukuran 3 x 3 meter, di Klender, Jakarta Timur. Korban masih trauma dan malu, karena melahirkan anak bayi laki-laki di luar pernikahan. Selama lebih dari setahun, gadis malang ini menjadi korban nafsu bejat guru ngajinya.
Peristiwa kelam yang dialaminya berawal Mei tahun lalu. Sepulang sekolah, dia ditelepon oleh tersangka Set, 55, yang merupakan guru ngajinya. Abi (panggilan pelaku), meminta korban datang ke rumahnya di Jl Pertanian Utara, Klender, Jakarta Timur.
Korban sendiri mengaku tak bisa menolak. Pasalnya, rumah korban saat itu berhadapan dengan tempat tinggal sang guru , sehingga korban menyanggupi panggilan Set. “Ketika masuk rumah, Abi nyuruh saya langsung ke kamarnya,” katanya.
Sampai di rumah guru itu, korban yang masih bingung kenapa dirinya dipanggil, langsung masuk ke kamar. Saat itu kondisi rumah sedang sepi. Di kamar, si guru yang mengenakan sarung dan kaus kutang sudah menunggu. Saat korban masuk kamar, Set langsung mendorongnya ke kasur.
Gadis yang saat itu masih duduk di kelas 2 MTS dicabuli meski sempat menolak dan berontak. Gadis malang ini juga tak dapat teriak karena mulutnya dibekap.
Tidak sampai di situ, seminggu kemudian guru yang ketagihan menggauli muridnya itu kembali beraksi. Parahnya, dilakukan di musala tidak jauh dari rumahnya.
Perbuatan sang guru ngaji terus berlanjut hingga kurang lebih setahun. Entah sudah berapa kali aksi pencabulan itu terjadi.
Kejadian itu terungkap, setelah korban didesak oleh sang ayah yang melihat keganjilan pada perut korban yang semakin membesar. Korban lalu mengaku dan menceritakan pencabulan yang dilakukan oleh gurunya. AH pun geram dan langsung mencari tersangka.
Kebetulan, tersangka sedang berada di musala . Di situ, ayah korban menanyakan soal perbuatan yang dilakukan terhadap anaknya. Tersangka mengaku dan mengatakan akan bertanggung jawab.
Ingin mencari keadilan untuk anaknya, AH kemudian melapor ke Polres Jakarta Timur, Komisi Nasional Perlindungan Anak, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia. “Semuanya belum ada kelanjutannya. Di Polres Jaktim suruh nunggu 10 hari, tapi sekarang udah lebih, belum ada kejelasan,” ujar AH kesal.
Berdasarkan informasi yang didapat, tim Resmob polres Jakarta Timur sudah menangkap pelaku. Saat ini, polisi masih terus memintai keterangan terkait kasus menggauli gadis di bawah umur. (pk/r4)