Gus Ipul : DPR RI Harus Pikirkan Madrasah Diniyah

Tidak ada komentar 182 views

Surabaya,(DOC)-Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengajak DPR RI Komisi X untuk fokus memikirkan Madrasah Diniyah (Madin) karena jumlahnya di Jatim masih mencapai 1,5 Juta dari jumlah anak usia sekolah. Hal tersebut disampaikanya saat menerima Komisi X DPR RI di Ruang Kertanegara, Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, Selasa (6/11/2012).
Ia mengatakan, Madin merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berbasiskan keagamaan yang tidak memiliki kotak dalam APBN maupun APBD. Akan tetapi, keberadaan Madin tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Jatim, bahkan menghasilkan orang-orang yang luar biasa.
Presiden RI-4 KH. Abdurahhman Wahid (Gus Dur) misalnya, sebelum menjadi orang yang hebat pernah menempuh pendidikan di madrasah hingga melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai negara seperti yang ada di Timur Tengah, Eropa dan Amerika. “Hal ini menunjukkan bahwa, sistem dan model pendidikan yang ada di Madin nyata-nyata telah menghasilkan tokoh-tokoh penting bangsa,”ujarnya.
Gus Ipul sapaan akrabnya mengatakan, melihat fakta tersebut sejak tahun 2006 Pemprov Jatim merancang suatu usaha dengan merancang model pendidikan yang ada di Madin untuk dimasukkan kedalam pendidikan umum. Karena jika tidak dimasukan kedalam pendidikan umum, dikhawatirkan terjadi disparitas yang akan menimbulkan masalah.
Lebih lanjut dicontohkannya, banyak lulusan dari Madin diterima oleh perguruan tinggi maupun universitas terkemuka di luar negeri seperti Arab Saudi, Mesir, Yaman dan Pakistan. Namun ijasah mereka di dalam negeri, tidak diterima.
Metode pembelajaran yang ada di Madin masih banyak menggunakan ajaran-ajaran Agama Islam yang salah satunya yakni belajar mengaji dengan kitab kuning. Ini oleh UNESCO dianggap buta huruf, karena tidak bisa menggunakan huruf latin dengan baik dan benar. Padahal banyak di Pondok Pesantren (Ponpes) yang menggunakan metode pembelajaran huruf latin dengan baik dan benar.
“Karena secara formalitas pendidikan yang diajarkan tidak secara umum, maka kemudian dianggap buta huruf, sehingga angka buta huruf yang ada di Jatim masih tinggi,” tegasnya.
Pemprov Jatim telah melakukan langkah-langkah yang kongkret untuk memajukan Madin yang merupakan program prioritas utama di bidang pendidikan. Program yang menjadi fokus dari Pemprov Jatim, yakni menjalin kerjasama dengan 34 Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) se-Jatim untuk menyekolahkan guru Madrasah Diniyah (Madin) di tingkat S-1 (Strata Satu).
Melalui kerjasama ini, sebanyak 1.000 guru madrasah diniyah akan disekolahkan di tingkat S-1 pada 34 PTAI se-Jatim yang telah terakreditasi. Tahun ini merupakan angkatan ketujuh untuk pelaksanaan program tersebut. Sejak tahun 2006, Pemprov Jatim telah menyekolahkan sebanyak 6.400 guru madrasah diniyah. Dari keseluruhan guru yang disekolahkan, sebanyak 2.370 guru sudah lulus dari S-1.
Ketua Tim Rombongan Komisi X DPR RI Ir. Agus Hermanto, MM mengatakan, maksud dan kunjungannya yakni untuk mengatahui dan mencari informasi yang ada di Pemprov Jatim sesuai dengan bidang dari Komisi X yakni bidang pendidikan dan kebudayaan, pariwisata dan ekonomi kreatif, pemuda dan olahraga serta perpustakaan nasional.
Mengenai masalah pariwisata ia mengatakan, promosi potensi wisata yang ada di daerah perlu ditingkatkan, serta pengelolaan harus dilaksanakan secara spesifik jangan sampai banyak tempat wisata yang dikelola oleh swasta.
Mengenai bidang pendidikan, banyak hal yang harus segera difikirkan serta diakselerasi, terutama mengenai masalah pembangunan sarana dan infrastruktur sekolah, program pendidikan dan metode pengajaran khususnya yang berkaitan dengan Madin. Sementara untuk perpustakaan yang ada di daerah, ia menghimbau agar Provinsi Jatim lebih memberikan bacaan sesuai dengan segmentasi usia yang ada di daerah, perlengkapan buku dan informasi yang bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan harus ditambah dan diperbaharui setiap waktu. (r-12/r-7)