Gus Ipul Juga ke Pasar Belanja Bawang

Tidak ada komentar 41 views

Mojokerto, (DOC) – Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengawali kegiatan kampanyenya di Kabupaten Mojokerto. Gus Ipul rupanya juga ingin menjaring pemilih dari golongan pedagang pasar. Dia mengunjungi pasar Mbrangkal, di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Mojokerto, Senin (19/3).

Gus Ipul tak hanya menyapa para pedagang dan pembeli setempat. Dia sekaligus mengecek harga-harga bahan kebutuhan pokok. “Selamat pagi ibu. Apa kabar? Harga stabil nggih? (Harga terkendali ya?),” tanya Gus Ipul kepada penjual.

Ada salah satu penjual yang didatangi keponakan Gus Dur ini. Penjual berkerudung tersebut kemudian menjawab satu persatu masing-masing harga bumbu. Mulai dari harga bawang merah , bawang putih, cabai, hingga kunyit.

“Bawang putih Rp 14 ribu Gus. Lumayan harga stabil. Gus Ipul tindak pasar harganya jadi stabil,” kelakar ibu penjual di hadapan Gus Ipul.

Tak cukup bertanya, Gus Ipul rupanya sekaligus belanja. Dia lantas membeli beberapa kilogram bumbu, bawang putih, bawang merah hingga kunyit.

Di dalam pasar, Gus Ipul juga semoat mencicipi es dawet yang disiapkan oleh seorang penjual. Di dalam pasar, Gus Ipul lantas bertemu dengan seorang ibu yang sedang hamil tua.

Perempuan tersebut juga minta didoakan oleh Gus Ipul. “Ya saya doakan. Semoga kelak bayinya lahir bisa jadi presiden,” ucap Gus Ipul.

Usai kunjungan, Gus Ipul mengatakan, lewat program kepemimpinannya, dia hendak melakukan revitalisasi pasar. Pasar nantinya harus bisa semakin ramah untuk anak.

“Nantinya pasar harus bersih. Toiletnya memadai. Pembeli dan pedagang bisa sama-sama nyaman,” urai Wakil Gubernur Jatim dua periode ini kepada awak wartawan yang meliput.

Pihaknya nantinya juga akan memberikan pendampingan kepada penjual agar bisa menyesuaikan produk yang dijual dengan kebutuhan masa kini.

Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini juga menyoroti harga yang kerap kali tak stabil. Menurutnya, untuk menjaga kestabilan harga, pihaknya akan bersama sama dengan pemerintah daerah dan pusat untuk memberikan regulasi yang mendukung penjual sekaligus petani.

“Kita sering dengar harga komoditi tertentu naik. Namun hal ini tak bisa dilihat secara sepotong-sepotong. Sebab ini kan kebijkannya terbagi untuk pemerintah pusat, provinsi, dan daerah,” jelasnya. (Nps)