Gus Ipul Menyuapi Pedagang Pasar

Tidak ada komentar 70 views

Surabaya, (DOC) – Calon Gubernur Jatim nomor urut dua, Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul kembali turun kampanye di beberapa tempat di Surabaya. Giliran Gus Ipul berkunjung ke pasar hingga terminal untuk menyapa sejumlah pedagang, Selasa (13/3).

Gus Ipul berkunjung di Pasar Benowo untuk memantau kondisi pasar. Dia juga melakukan pendekatan pada pedagang. Gus Ipul bahkan menyempatkan makan  nasi bungkus bersama para pedagang.

Bahkan Gus Ipul terlihat menyuapi salah seorang pedagang. “Ayo sekali-kali saya yang suapin,” kelakar Gus Ipul menyuapkan sendoknya ke mulut Sofyan (32), salah seorang pedagang.

Dari kunjungan itu, Gus Ipul melakukan evaluasi pasar dan menjanjikan beberapa hal di hadapan para pedagang

“Saya  sudah beberapa kali ke pasar. Secara keseluruhan, kendalanya hampir sama. Termasuk di pasar Benowo, ada infrastruktur yang harus diperbaiki,” ujar Gus Ipul.

Gus Ipul menjelaskan, infrastruktur pasar yang harus dibenahi adalah masalah sanitasi atau toilet yang rata-rata kurang bersih. Jika hujan, terkadang kelihatan bocor dan becek. Bahkan, jalan pasar yang terkadang semrawut juga menjadi evaluasi.

Pasalnya, jika pasar tradisonal terasa nyaman, maka ibu-ibu dan anak anak juga merasa  tidak berat ke pasar tradisonal mengingat banyak berdiri pasar modern atau minimarket di banyak tempat.

“Memang segmen antara pasar tradisonal dan minimarket ada perbedaan. Tetapi, pasar tradional juga harus dibenahi.” lanjutnya.

Ke depan, ada beberapa program yang dijanjikan Gus Ipul untuk pasar tradisonal. Yakni peminjaman modal, juga melatih para pedagang, mulai dari konsep penataan barang dagangan (display) juga pelatihan teknik penjualan yang inovatif.

Sementara usai melakukan kunjungan ke Pasar Benowo, Gus Ipul beralih ke terminal Tambak Oso Wilangun. Di terminal yang sepi penumpang ini, Gus Ipul mendapat keluhan dari para pedagang kaki lima yang mengaku sepi pembeli akibat sepinya penumpang atau pengunjung terminal.

“Kita sudah belasan tahun berdagang di sini. Tapi tetap sepi. Sudah belasan tahun tidak satu pun ada pejabat yang datang ke sini untuk memantau,” keluh Lusiana, salah satu koordinator pedagang.

Mendengar curhatan pedagang ini sempat membuat Gus Ipul merasa bersalah. “Saya mohon maaf. Ke depan, saya akan pantau perkembangan terminal di sini.” jawab Gus Ipul.

Gus Ipul juga mengaku kaget dengan kondisi terminal yang sepi masyarakat. Bahkan, kondisi yang sepi ini juga dijadikan pembelajaran oleh gus Ipul.
“Ternyata  memang tidak harus turun ke tempat-tempat yang ramai. Tempat yang sepi juga harus saya kunjungi. Agar saya tahu bagaimana nasib mereka selama ini,” tandas Gus Ipul. (Nps)