Gus Ipul Pimpin Gerakan Bersih Pantai Kenjeran

Surabaya (DOC) – Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf memimpin gerakan bersih pantai yang dilakukan di bibir Pantai Kenjeran Surabaya, Selasa (14/11/2017). Kegiatan yang dilakukan tersebut merupakan bentuk kepedulian lingkungan yang diinisiasi dari pemerintah melalui Kementrian Lingkungan Hidup.

Gerakan Bersih Pantai Kenjeraan tersebut, diikuti oleh 1.700 orang peserta dan relawan yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia. Tak hanya itu, anak anak sekolah, relawan lingkungan dan masyarakat sekitar pesisir pantai kenjeran juga turut dalam gerakan tersebut.

Gus Ipul sapaan akrabnya menegaskan, bahwa gerakan bersih Pantai Kenjeran jadi bukti masyarakat pinggir pantai mau ikut peduli terhadap lingkungan dan ekosistem yang ada.

”Kita bisa lihat di sepanjang Pantai Kenjeran, tidak berbau dan tidak ada tumpukan sampah. Ini jadi bukti masyarakat dan pemerintahnya berkomitmen untuk terus menjaga keindahan alam khususnya pantai maupun laut tetap bersih,” terangnya.

Kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman dan penyadaran tentang bahaya pencemaran laut. Bedasarkan data yang ada, setiap hari di Jatim memproduksi sampah sekitar 19 juta ton. Sebanyak 20 persennya diantaranya, disumbang dari sampah non organik.

“Ini yang harus dicarikan solusi dan jalan keluar cara pengolahan, pembuangan sampah agar tidak menganggu kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya melalui teknologi tepat guna untuk mampu mendaur ulang sampang secara sehat,” tegasnya.

Saat ini, Jatim dihadapkan pada permasahan serius terkait pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). B3 ini adalah permasalahan serius yang harus segera tertangani. Pemprov Jatim terus mengkoordinasikan agar limbah ini tidak merusak bahkan menganggu lingkungan.

“Potensi limbah yang dihasilkan 300 juta ton/tahun. Akan tetapi, yang dilaporkan perusahaan hanya sekitar 170 juta ton/tahun. Ini yang akan kita cari dan minta perusahaan agar melaporkan secara akurat,” imbuhnya.

Menurutnya, kebersihan pesisir dan pantai akan memberikan manfaat antara lain menghasilkan ekosistem laut seperti ikan akan melimpah. Kalau pantainya tercemar dan banyak sampah, dipastikan ikan tidak mau menepi. Ini yang jadi kerugian bagi kita kedepan.

Manfaat selanjutnya dari lingkungan pantai bersih ini adalah menghasilkan generasi yang sehat dan cerdas. “Kalau lingkungan kotor mereka tumbuh dengan tidak baik. Untuk itu, kita harus melestarikan dan menjaga kebersihan pantai untuk generasi mendatang,” terangnya.

Turis mapun wisatawan asing, lanjutnya akan senang dan masuk ke Jatim jika pantai maupun laut yang ada kondisinya bersih. “Pantai yang bersih dan indah akan menghadirkan wistawan dan menumbuhkan investasi di daerah. “Kesemuanya itu, ada multiplayer effect yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kemen Lingkungan Hidup Dr. Karliansyah mengapresiasi kebersihan Pantai Kenjeran Surabaya. Menurutnya, kebersihan pesisir Pantai Kenjeran harus ditiru dan diimplementasikan oleh seluruh daerah lain di Indonesia. Kebersihan ini harus di tiru oleh daerah lain.

“Saya kagum ketika akan masuk di sepanjang jalan kenjeran tidak terlihat sampah ataupun bau menyengat. Kita patut malu, jika ada kota kecil namun tidak bisa menjadikan lingkungannya bersih, indah dan rapi. Jatim, khususnya Kota Surabaya harus menjadi inspirasi bagi daerah lain seluruh Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov. Jatim dr Diah mengatakan, gerakan bersih sampah (coastal clean up) merupakan program pelestarian lingkungan khususnya pesisir dan laut.

Gerakan ini sesuai dari komitmen pemerintah pusat mewujudkan Indonesia Bebas Sampah pada tahun 2020. Kegiatan ini diharapkan dapat memberi penyadaran dan merubah perilaku masyarakat untuk menggurangi penggunaan sampah plastik, karena sulit diurai.

“Nantinya kegiatan seperti ini akan kami sosialisasikan kepada seluruh masyarakat termasuk anak anak sekolah di seluruh Jatim,” pungkasnya.(bah)