Gusdurian Suroboyo Peringati 1.000 Hari Gus Dur

 Kesra

Surabaya (DOC)- Nilai-nilai perjuangan KH Abdurahman Wahid dalam menegakkan kebhinekaan dan keadilan dinilai patut diteladani  masyarakat. Berbagai pemikiran Gus Dur, terasa relevansinya saat kondisi bangsa terkoyak karena keberagaman tak diakui, kesenjangan yang semakin menganga dan keadilan yang sulit tergapai.

Dalam rangka melanjutkan perjuangan Gus Dur itu, Gerakan Gusdurian Suroboyo bersama PCNU Surabaya pada Peringatan 1000 Hari Wafatnya menyelenggarakan berbagai kegiatan antara lain, Seminar/bedah buku Sang Zahid yang mengupas sisi sufisme Gus Dur, Bakti Sosial berupa layanan kesehatan gratis di Kampung Pesapen Barat, Doa lintas iman dan pagelaran budaya. Peringatan Seribu hari wafatnya Gus Dur mengusung tema, “Seribu semangat merawat kebhinekaan dan kedamaian”
Wakil Ketua Panitia  Peringatan 1000 hari Gus Dur, Edi Gunawan dalam keterangan pers di kantor PCNU Surabaya memaparkan, peringatan wafatnya KH Abdurahman Wahid bertujuan untuk mengenang kembali kehidupan dan keteladannya, dan memperkuat ikatan persaudaraan berbagai kelompok sosial keagamaan dalam membangun persaudaraan sejati yang diikat dalam kesatuan bangsa dan kemanusiaan.”Kami tidak ingin ketokohan Gus Dur dilupakan masyarakat Indonesia, khususnya Surabaya” tegasnya.

Sementara, KH Saiful Chalim, Ketua PCNU Surabaya mengatakan, peringatan 1000 hari bukan saja memperingati ketokohannya, namun juga perjuangannya. “Kegiatan peringatan yang dilaksanakan teman-teman Gus Durian dan lintas agama tidak sekedar memperingati ketokohan, namun juga meneladani nilai- nilai ajarannya.” ujarnya.

Puncak peringatan 1000 hari Gus Dur diakhiri doa lintas iman yang dirangkai pagelaran seni budaya dari berbagai komunitas Gusdurian Surabaya dan sekitarnya. Di acara tersebut berbagai tokoh akan memberikan kesaksian tentang kehidupan sosial kultural dan spiritual Gus Dur, dan dilanjutkan dengan orasi budaya oleh wakil keluarga Gus Dur.(K-4)