Harapkan Dukungan Nahdliyin Untuk Capres

Tidak ada komentar 183 views

Surabaya,(DOC) – Kaum nahdliyin selalu menjadi perhatian utama dalam kancah politik nasional. Tak terkecuali dalam perhelatan konvensi calon presiden dari Partai Demokrat. Ali Masykur Musa (AMM) sebagai salah satu peserta konvensi mengaku sebagai kader NU tidak akan melupakan keberadaan orang-orang NU.
“Saya tidak bisa lepas dengan komunitas NU, karena saya sendiri NU,” jelasnya saat berada di Surabaya, Jumat (6/12/2013).
Tiga bulan melakukan jaring aspirasi, AMM mengatakan masyarakat hanya menginginkan dua hal. Yakni kedamaian sosial dan kesejahteraan hidup. Ketenteraman ini dinilai penting karena konflik dengan berbagai motif cenderung tinggi.
“Adanya intoleransi karena sikap individualisme yang cukup tinggi, selanjutnya demokrasi politik tanah air mengalami distorsi, kedua unsur ini yang ingin dikurangi oleh masyarakat,” katanya.
Menurut AMM, tokoh NU yang dipandang memiliki kontribusi terhadap kedamaian adalah KH Abdurrhman Wahid. Tokoh yang akrab disapa Gus Dur ini sebagai simbol pluralisme di Indonesia.
“Gus Dur selalu mengedepankan demokrasi yang tidak dikotomi, karena masyarakat itu memiliki hak yang sama,” kata AMM.
AMM mengaku memiliki program percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Masyarakat dimaksimalkan bisa merasakan kesejahteraan ekonomi. Bentuknya permberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
“Kaki lima dibina untuk diberi akses permodal dan menejemen ekonomi,” ucap AMM.
Lebih lanjut, AMM menjelaskan komite konvensi belum menyusun program sistematis dan terstruktur. Sejauh ini, mulai dari September hingga Desember komite baru melakukan identifikasi calon konvensi presiden Partai Demokrat.
“Karena memang komite belum menyusun progam, maka semua calon melakukan kreatifitas masing-masing,” ujarnya di Surabaya, Jumat (6/12).
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI ini menegaskan upayanya masuk dalam konvensi calon presiden Partai Demokrat hanya dengan tiga pendekatan. Yakni aski simpatik, cerdas, dan murah.
“Saya tidak mungkin melakukan dengan gebyar karena posisi saya sebagai pimpinan BPK,” jelasnya.
Namun, lanjut AMM, informasi terbaru dari komite konvensi bahwa untuk bulan ini akan dilakukan debat terbuka 11 peserta konvensi calon presiden dari Partai Demokrat. Tak tanggung-tanggung, debat publik itu akan dilakukan di 10 kota/kabupaten di Indonesia.
“Debat ini akan melibatkan masyarakat secara terbuka,” terangnya.
Sejauh ini, masih kata AMM, dari 11 peserta konvensi belum diketahui siapa yang memiliki propabilitas dan elektabilitas tinggi. Selain belum ada langkah konkrit dari komite, survey internal belum dilaksanakan.Karena itu, semua peserta konvensi masih sama-sama memiliki peluang yang terbuka cukup lebar.(r7)