Harga Beras di Lumajang Naik Sampai Tiga Kali, Warga Mulai Resah

Ilustrasi (dok)

Lumajang,(DOC) – Masyarakat Lumajang mulai resah atas kenaikan harga beras yang terjadi di Jawa Timur akhir-akhir ini. Kenaikan ini bukan hanya terjadi di pasaran umum, melainkan sampai di tingkat distributor beras.

“Saya tidak tahu kenapa harga beras bisa naik terus. Yang jelas kami beli dari distributor, harga beras masih tinggi,” ungkap pemilik Toko Indry, salah satu pedagang beras eceran terbesar di Lumajang, Senin(22/1/2018).

Harga beras medium saat ini beras mencapai Rp. 11.500, sampai Rp 12.000,- perkilo-nya. Sedang untuk harga beras ketan naik menjadi Rp.20.000,- perkilo.

“Kenaikan harga beras sudah naik ketiga kalinya, sekarang ini aja tambah naik,”tuturnya.

Dinas Perdagangan Perindustrian Perdagangan Luamjang, juga membenarkan adanya kenaikan harga beras. Kepala Dinas Perdagangan Lumajang, Agus Eko Suprayitno melalui Kepala Bidang Perdagangan Bambang Suryo mengatakan, berdasarkan data harga kebutuhan pokok, harga beras memang mengalami kenaikan.

“Harga beras yang dipatok oleh para penjual di pasar yakni beras bengawan Rp 12.000/kg, beras mentik Rp.11.000/kg, dan IR 64 Rp 9.833,”ungkapnya.

Maka dari itu pihaknya berkerjasama dengan Bulog melaksanakan operasi pasar beras medium dibeberapa lokasi. Hal itu dilakukan untuk menstabilkan harga beras yang sampai saat ini terus mengalami kenaikan.

“Kita sudah melakukan operasi pasar mulai bulan Desember. Pada bulan Desember harga beras yang terjual itu hanya 14 ton. Selanjutnya pada tanggal 11-31 Januari akan dilakukan operasi pasar di sejumlah tempat,”pungkas Kabid Perdagangan.

Bambang menyebutkan, kenaikan harga beras ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantanya cuaca ekstrem yang selama ini terjadi di Lumajang. Hal itu berakibat pada hasil produksi gabah petani di Lumajang.

Tidak hanya itu saja, pengusaha penggilingan padi juga harus mengeluarkan biaya lebih saat musim hujan datang. Bahkan mengalami kesulitan.

“Ternyata hasil dari petani berkurang, sedangkan pengusaha penggilangan padi harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal saat musim hujan. Dimana pedagang ke penggilingan padi sekarang membutuhkan waktu lama, karena faktor musim”tutur Bambang Suryo.

Hingga saat ini harga beras cenderung mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Bahkan, banyak penjual dipasaran yang menjual beras diatas harga yang sudah ditetapkan pemerintah.

Terkait apakah ada penimbunan beras dari pedagang besar sehingga beras medium mengalami kenaikan harga. Bambang Suryo menegaskan hal itu tidak ada di Lumajang. “Kalau penimbunan saya rasa tidak ada di Lumajang, murni karena faktor cuaca,” tutupnya.(mam/r7)