Harga Buah Impor Meningkat

Tidak ada komentar 429 views

Surabaya, (DOC) – Masih melemahnya nilai rupaih terhadap dollar AS sangat mempengaruhi kondisi perekonomian sebagian negara di dunia, tidak terkecuali kondisi di Jatim. Hal ini seperti yang diungkapkan Angelina, pengelola swalayan khusus buah yang ada di area pertokoan mewah Siola, Jl Tunjungan Surabaya, Total Buah Segar. Terkait semakin melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS membuat harga buah impor naik dikisaran 5-10 persen dari harga biasanya, karena jumlah pasokan tidak serutin biasanya.
“Perbandingan antara buah impor dengan lokal, buah impor tidak setiap hari masuk. Berbeda dengan buah lokal yang masuk setiap hari. Perbandingannya antara 60 persen buah impor dan 40 persen buah lokal,” kata Angelina, Kamis (5/9/2013).
Angelina mengatakan selama ini, pasokan buah impor dan lokal masih terbilang cukup dengan permintaan konsumen. Bahkan, untuk memancing minat konsumen buah segar di Surabaya, Angelina berani memberikan diskon dengan harga terjangkau terhadap produk buah impor tertentu.
Kendati demikian, ia tidak bisa berbuat banyak dengan aturan yang diberlakukan pemerintah dengan mengurangi kuota impor buah. Ia menganggap, wajar untuk meningkatkan kompetensi buah segar lokal dengan buah impor. “Kalau, kami tidak bisa memenuhi jenis buah yang diinginkan konsumen, bisa bangkrut usaha saya,” ujarnya.
Namun diakui, untuk sementara, stok buah di Total Buah Segar masih bisa memenuhi sesuai dengan jumlah permintaan konsumen. Sedangkan, kalkulasi harga buah impor dengan lokal cenderung tidak menentu. “Harga buah impor naik turun dan sangat bervariasi, tergantung jenis dan musim buah. Jadi, kami tidak bisa memastikan. Yang jelas, naiknya bisa sampai 10%,” ungkapnya.
Sebenarnya, harga buah lokal jauh lebih mahal daripada buah kualitas impor. Selisih harga antara buah impor dan lokal tidak terpaut dikisaran Rp 5.000 – 10.000 per kilogramnya.
Terkait pasokan, dikatakan jika distribusi buah impor masih berjalan normal, meski harganya semakin mahal. Namun, pasokan buah lokal cenderung mengalami kendala dalam jumlah pasokan. “Biasanya dalam seminggu, kami bisa pasok sampai 8 ton. Tapi, sekarang plus minusnya hanya sekitar 4 ton,” katanya.
Tentang buah impor, pasokannya tetap dan tidak mengalami masalah. Menurutnya, distribusi buah impor masih rutin dalam dua hingga tiga hari sekali dalam seminggu.
Meski begitu, ia tetap meyakinkan, masih mampu melayani kebutuhan konsumen Surabaya dan kota lain yang cenderung tinggi akan permintaan buah segar. Selain kualitas buah yang masih terjaga, pihaknya juga memberikan banyak alternatif dari ragam dari jenis buah yang tersedia. “Artinya, seberapapun kebutuhan konsumen, kami berusaha melayani dan memenuhinya,” tutur Udin. (k12/r4)