Harga Otomotif Naik Ikuti Lemahnya Rupiah

Tidak ada komentar 156 views

Surabaya,(DOC) – Masih melemahnya nilai tukar rupiah terhadapa $US, membuat pelaku bisnis otomotif mulai persiapkan penyesuaian harga terkait pelemahan rupiah terhadap dollar. Meskipun dollar melonjak tajam, namun kenaikan harga tidak akan dilakukan secara signifikan.
Direktur Honda Surabaya Center (HSC), Rudy Surjanto mengatakan pihaknya akan melakukan penyesuaian harga tipis saja, bahkan tidak sampai 5% dibandingkan harga mobil pada kondisi normal.
“Kami tidak memungkiri, dampak pelemahan rupiah terhadap dolar AS berimbas kepada dunia otomotif,” kata Rudi, Kamis(5/9/2013)
Rudy mengatakan, haal ini disebabkan semua bahan baku mobil masih harus didatangkan dari luar negeri alias impor. Dan mata uang yang digunakan untuk pembayarannya menggunakan dolar AS yang sekarang sedang melambung.
Menurut Rudy, saat ini yang perlu dilakukan pemerintah adalah mengembalikan kondisi perekonomian agar menjadi kondusif. “Jika dulu pemerintah meminta masyarakat untuk menghemat dananya, sekarang justru konsumen diharapkan dapat belanja,” ujarnya. Karena itu Ia mengatakan sekarang adalah waktu yang tepat membeli segala produk termasuk mobil dari sejumlah merek maupun barang elektronik.
Sebagai pelaku bisnis, Ia mengimbau pemerintah dapat mengembalikan posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di level Rp10.000. Sekarang ini nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp 11.000 per dolar AS. “Padahal, Agustus lalu rupiah mencapai Rp9.800-Rp10.000 per dolar AS dan dalam waktu hampir sebulan sudah hampir menyentuh Rp12.000 per dolar AS,” katanya.
Meskipun demikian, secara umum Honda Surabaya Center (HSC) mampu mencatatkan angka penjualan terbaik di wilayah Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara. Pada bulan Agustus 2013, kinerja penjualannya mencapai 7.175 unit atau meningkat 62% dibandingkan penjualan periode tahun lalu sebesar 4.417 unit.
Namun Rudy mengakui, bila dibandingkan dengan penjualan selama Juli lalu maka pencapaiannya pada bulan Agustus justru turun 40 persen. Walau begitu, pihaknya optimistis target penjualan sampai akhir tahun 2013 sebanyak 12.350 unit dapat terealisasi karena terdorong pelaksanaan sejumlah pameran skala nasional maupun internasional di Tanah Air dan masih terjangkaunya harga jual mobil yang memakai ketentuan lama.(dan/r7)