Sabtu Hari Effektif Kerja Dianggap Tak Maksimal, Dewan Minta Dikaji Ulang

 Advetorial

Surabaya,(DOC) – Kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan hari Sabtu menjadi hari effektif kerja, menuai komentar dari anggota DPRD kota Surabaya yang meminta untuk ditinjau ulang.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Agustin Poliana menyatakan, hari effektif  kerja di hari Sabtu untuk pegawai pemerintah dan PNS, tidak bisa menjamin pelayanan publik akan berjalan maksimal.

“Mohon ditinjau ulang, karena percuma saja kerja sampai Sabtu, tapi pada kenyataan tidak,” kata Titin sapaan akrab politisi PDIP, Senin(5/6/2017).

Seharusnya yang perlu dibenahi, menurut Agustin, yaitu jadwal kerja yang sudah ada dapat lebih dimaksimalkan lagi.

“Bila hari Sabtu dieffektifkan, maka kuatir jadwal kerja yang sudah ada tidak maksimal. Terutama bagi perangkat daerah diluar lingkungan pemerintahan,” imbuhnya.

Ia mencontohkan, perangkat daerah diluar kantor pemerintahan itu, bisa camat atau lurah yang pada hari-hari biasa dan jam kerja, juga kerap tidak dapat ditemui di Kelurahan.

“Lurah didaerah saya sering tidak dapat ditemui di kantornya pada pukul 08.00 WIB. Padahal setahu saya,  jam tersebut merupakan jam effektif untuk melayani warga,” pungkasnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Hendro Gunawan mengatakan, kebijakan masuk kerja untuk PNS di hari Sabtu merupakan kebutuhan masyarakat. Namun bila dirasa kurang tepat, maka pihaknya akan mengkaji ulang.

“Namun hingga saat ini, kebijakan masuk hari Sabtu masih dirasa perlu,” tukasnya.(adv)