Hasil RUPST Garuda Indonesia

Tidak ada komentar 143 views

Jakarta, (DOC) – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (IDX: GIAA) pada hari ini, Rabu (2/4/2014) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) bertempat di Auditorium Garuda City, Cengkareng. RUPST keempat yang diselenggarakan Perseroan sejak melaksanakan IPO pada Februari 2011 tersebut dihadiri/diwakili oleh pemegang 19.512.388.069 lembar saham atau 86,182 persen dari keseluruhan pemegang saham Garuda.
RUPST tersebut menyetujui sembilan agenda yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu:
1. Persetujuan dan Pengesahan Laporan Tahunan Perseroan Tahun 2013 termasuk di dalamnya Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Perseroan serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013;
2. Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan Tahun Buku 2013;
3. Penetapan Tantiem Tahun 2013, Gaji dan Honorarium serta Tunjangan lainnya untuk anggota Direksi dan Dewan Komisaris Tahun Buku 2014;
4. Penunjukkan Kantor Akuntan Publik (KAP) Untuk Mengaudit Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2014 dan Laporan Keuangan Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Perseroan Tahun 2014;
5. Pelimpahan Kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk melaksanakan peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan dalam rangka pelaksanaan Program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP);
6. Pelimpahan Kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk melaksanakan peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan dalam rangka pelaksanaan Tambahan Penyertaan Modal Negara berupa Unit Jet Engine Test Cell Eks Protocol Loan Prancis yang pengadaannya melalui DIP Departemen Perhubungan tahun 1982/1983 (sesuai Surat Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: S-124/MK.016/1993 tanggal 28 Januari 1993;
7. Perubahan Anggaran Dasar;
8. Perubahan Susunan Kepengurusan Perseroan;
9. Laporan Penggunaan Dana Penawaran Umum Saham Perdana dan Penawaran Obligasi Berkelanjutan Perseroan Tahap 1 Tahun 2013.

Pada tahun 2013, Garuda Indonesia mengangkut sebanyak 25 juta penumpang; meningkat 22,3 persen dibanding tahun 2012 sebanyak 20,4 juta penumpang. Kapasitas produksi (Availability Seat Kilometer/ASK) pada tahun 2013 juga meningkat sebesar 19,8 persen menjadi 43,13 miliar, dibanding tahun 2012 sebesar 36 miliar. Sementara itu, tingkat isian penumpang (Seat Load Factor/SLF) mencapai 74,1 persen, mengalami sedikit penurunan dibanding tahun lalu yang sebesar 75,9 persen.
Sejalan dengan peningkatan jumlah penumpang, sepanjang tahun 2013 Perseroan membukukan Pendapatan Operasi (Operating Revenue) sebesar USD 3,72 miliar, meningkat 7 persen dibanding tahun 2012 sebesar USD 3,47 miliar. Namun demikian, berkaitan dengan investasi yang dilaksanakan Garuda Indonesia, yaitu program pengembangan armada dan proses pengembangan Citilink sebagai Low Cost Carrier yang beroperasi secara mandiri, pada tahun 2013 Laba Operasi (Operating Income) mengalami penurunan dari sebesar USD 168,1 juta pada tahun 2012 menjadi USD 56,4 juta.

Corporate Actions 2014

Sebagai kelanjutan dari program pengembangan armada, pada tahun 2014 ini Garuda Indonesia akan mendatangkan sebanyak 27 pesawat baru terdiri dari 2 pesawat B777-300, 4 pesawat A330, 12 pesawat B738, 3 pesawat CRJ, dan 6 pesawat ATR 72-600. Dengan pengambangan armada tersebut, maka pada akhir tahun 2014, Garuda Indonesia akan memiliki armada dengan usia rata-rata 4.5 tahun.
Sesuai dengan hasil keputusan RUPS Luar Biasa PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. yang dilaksanakan pada hari Senin (24/3) lalu, Perseroan juga akan melaksanakan right issue pada semester I/2014. Perseroan akan menawarkan sebanyak 3.227.930.633 Saham Biasa Atas Nama Seri B atau sekitar 12,48% dari enlarged capital, dengan harga pelaksanaan sebesar Rp460 per lembar saham. Perseroan memperkirakan dapat meraih dana sebanyak-banyaknya Rp1.484.848.091.180 dalam pelaksanaan PUT I tersebut.
Dana tersebut akan dimanfaatkan perseroan untuk pengembangan armada baru, yang direncanakan terdiri dari pesawat jenis B737 Series, B777 Series, A330 Series, dan A320 Series. Perolehan dana akan ditujukan untuk pembiayaan Pre-Delivery Payment (PDP) pesawat yang dibeli, security deposit pesawat yang disewa, final payment pembelian pesawat baru, maupun belanja modal lain yang diperlukan dalam rangka pengembangan armada, seperti spare parts dan komponen pesawat, serta persediaan engine/mesin pesawat.
Pengembangan armada tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan arus penumpang jasa transportasi udara melalui penambahan frekuensi penerbangan dan pembukaan rute-rute baru. Pengembangan armada melalui pesawat baru juga dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi melalui efisiensi penggunaan bahan bakar dan menurunkan beban biaya perawatan pesawat mengingat pesawat baru lebih hemat/efisien dibanding pesawat tua.
Sejalan dengan upaya perusahaan untuk terus mengembangkan dan memperkuat jaringan penerbangannya di pasar domestik, pada tahun ini Garuda Indonesia akan mengoperasikan layanan hub by pass, antara lain rute penerbangan Medan – Palembang – Denpasar vv, Medan – Pontianak – Balikpapan vv, Medan – Surabaya vv, Surabaya – Lombok – Koepang vv dan Surabaya – Ambon vv, mulai Mei 2014. Garuda Indonesia juga akan membuka rute-rute penerbangan baru, baik domestik maupun internasional, di antaranya Denpasar – Manado vv, Makassar – Medan – Jeddah vv, Surabaya – Jeddah, serta destinasi-destinasi penerbangan internasional baru ke London (Inggris), Manila (Filipina), dan Mumbai (India).
Seiring dengan komitmen perusahaan untuk terus mendukung program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), pada tahun 2014 Garuda Indonesia juga akan memperluas layanan penerbangan “Explore” ATR72-600 dan “Explore Jet” Bombardier CRJ1000 NextGeneration menuju destinas-destinasi seperti Pomala, Luwuk, Palopo, Bau-bau, Langgur, Kaimana, dan Pangkalan Bun.
Sejalan dengan langkah Garuda Indonesia untuk menjadi ‘global player’, pada tanggal 5 Maret 2014, Garuda Indonesia secara resmi bergabung dalam aliansi global SkyTeam sebagai anggota ke-20. Dengan bergabungnya Garuda Indonesia ke aliansi global SkyTeam, maka para pengguna jasa Garuda Indonesia dapat terbang lebih nyaman ke 1,064 destinasi SkyTeam di 178 negara melalui 15,723 frekuensi penerbang per hari serta dapat mengakses 564 lounges terbaik di seluruh dunia.
Selain itu, RUPST Garuda Indonesia pada tahun ini telah menetapkan Isa Rachmatarwata sebagai Anggota Dewan Komisaris Perseroan, menggantikan Bagus Rumbogo, yang berlaku efektif sejak ditutupnya RUPST 2014. Dengan perubahan tersebut, maka susunan Dewan Komisaris Garuda saat ini adalah sebagai berikut :

Susunan Dewan Komisaris Garuda Indonesia sebelumnya :
Bambang Susantono (Komisaris Utama)
Wendy Aritenang Yazid (Komisaris)
Bagus Rumbogo (Komisaris)
Betti Alisjahbana (Komisaris Independen)
Peter F Gonta (Komisaris Independen)
Chris Kanter (Komisaris Independen)

Dewan Komisaris Garuda Indonesia yang baru berdasarkan hasil RUPST 2014 :
Bambang Susantono (Komisaris Utama)
Wendy Aritenang Yazid (Komisaris)
Isa Rachmatarwata (Komisaris)
Betti Alisjahbana (Komisaris Independen)
Peter F Gonta (Komisaris Independen)
Chris Kanter (Komisaris Independen)

Sementara susunan Direksi Garuda Indonesia tidak mengalami perubahan dalam RUPST hari ini. (we/r4)