Hitung Ulang Suara di 40 TPS Kecamatan Simokerto

Tidak ada komentar 171 views

Surabaya,(DOC) – Pileg yang digelar 9 April lalu di Surabaya, ternyata belum sepenuhnya beres. Buktinya kabar terbaru, KPU Surabaya harus melaksanakan perintah dari KPU Jatim untuk menggelar kembali rekap suara sewrta penghitungan ulang di kawasan Simolawang serta Kecamatanm Simokerrto. Perintah KPU Jatim tersebut setelah merespon rekomendasi dari Bawaslu Jatim terkait dengan laporan dari caleg Hanura Surabaya dari Dapil 1 nomor urut 4, Sariaman Sianipar. Caleg tersebut melaporkan rekannya sendiri sesama caleg dari Hanura yang juga dari Dapil 1 dengan nomor utut 5 yakni Sugito.
Perintah KPU Jatim kepada KPU Surabaya untuk menggelar rekap di Simolawang dan hitung ulang di 40 TPS se kecamatan Simokerto tersebut dibenarkan oleh Ketua KPU Surabaya, Eko Waluyo.
“Memang benar besok Sabtu (3/5/2014) kita menggelar rekap ulang di Simolawang dan kemaudian mengegadakan hitung ulang di 40 TPS di Kecamatan Simokerto. Karena kita diperintah oleh KPU Jatim, maka konsekuensinya kita harus melaksanakan,” terang Eko Waluyo,Kamis(1/5/2014) malam.
Diakui Eko Waluyo terkait hal itu pihaknya merasa prihatin. Meski telah diperintahkan oleh KPU Jatim, namun pihaknya tetap menyesalkan bahwa hal itu (penghiutungan dan rekap,red) dilakukan. Pihaknya ditelepon oleh KPU Jatim pada Kams (1/5/2014) dini hari pukul 02.00, untuk melaksanakan rekap dan penghitungan ulang.
“Terus terang saya prihatin. Karena sebenarnya kasus ini bermula dari protes sesama caleg Hanura di dapil 1 saat rekapitulasi manual di KPU Surabaya pada 22 April lalu. Ketika itu sebenarnya sudah diselesaikan lewat Panwaslu. Kemarin malam saya ditelepon oleh KPU Jatim,” tutur Eko.
Lebih lanjut Eko Waluyo mengungkapkan kronologis digelarnya rekap ulang di Simolawang dan hitung ulang di Kecamatan Simokerto karena protes dari caleg Hanura Sariaman Sianipar direpson dan ditanggapi oleh Bawaslu Jatim. Protes tersebut ditanggapi dan kemudian oleh Bawaslu merekomendasikan ke KPU Jatim agar KPU Surabaya menggelar rekap dan hitung ulang. Selanjutnya KPU Jatim memerintahkan KPU Surabaya untuk melaksanakan rekomendasi dari Bawslu Jatim tersebut.
“Padahal pada waktu itu tanggal 22 April, sudah dibuatkan berita acara oleh Panwaslu Surabaya. Bahwa intinya tiodak ada dugaan penggelembungan suara dan kasusnya diserahkan ke internal partai. Tapi ternyata beriat acara dari panwaslu atau rekomendasi dari Panwaslu tidak digubris oleh Bawaslu Jatim,” tandas Eko Waluyo.
Diungkapkan Eko pada 22 April lalu, di KPU Surabaya proses pengesahan rekapitulasi penghitungan suara pileg 2014 sempat diskors 2 jam. Skors dilakukan, karena sewaktu penetapan hasil rekapitulasi penghitungan suara, ada surat pengaduan dari Caleg Partai Hanura yang diterima Bawaslu Jatim dan diteruskan ke Panwaslu Surabaya.
Laporan itu disampaikan oleh Sariman Sianipar Caleg Partai Hanura di Dapil 4, yang menemukan adanya dugaan penggelembungan suara, khususnya di Kecamatan Simokerto.
Caleg nomor 4 melaporkan caleg nomor 5 yakni Sugito. Berdasarkan hasil rekapitulasi manual KPU Surabaya, Sianipar mendapatkan suara sebanyak 3155 suara. Sedangakn caleg nomor 5, Sugito mendapatkan suara sebanyak 3198 suara. Sehingga selisih suara antara Sianipar dan Sugito hanya 43 suara. Inilah yang menjadi persoalan. Karena berdasarkan rekapitulasi tersebut, Sugitolah yang mendapatkan suara caleg terbanyak dari Hanura di Dapil 1 dan Sugitolah yang berhak maju sebagai anggota dewan di DPRD Surabaya mendatang, karena memperoleh suara terbanyak. Di Dapil 1 sendiri, sebanyak 11 kursi diperebutkan oleh para caleg.
Dengan temuan itu, Panwaslu Surabaya akhirnya minta proses rapat pleno rekapitulasi diskors sebelum dilakukan penetapan dari KPU Surabaya dan saksi-saksi parpol yang ikut dalam proses rekapitulasi penghitungan suara di KPU Surabaya.
“Sesudah dicek, ternyata laporan yang disampaikan Caleg Partai Hanura itu tidak benar dan sudah diklarifikasi ternyata tidak ada pelanggaran di Kecamatan Simokerto,” ujar Wahyu Hariadi Ketua Panwaslu Surabaya, saat penghitungan suara di KPU Surabaya, 22 April silam.(r7)