HJKS ke 720 Diperingati Dengan Bersih-Bersih Pantai

Tidak ada komentar 179 views

Surabaya,(DOC) – Demi melakukan penyadaran masyarakat dalam upaya penanggulangan pencemaran sumber daya pesisir dan laut di Kota Surabaya, Dinas Pertanian (Distan) Kota Surabaya menggelar berbagai aksi. Salah satunya, aksi bersih pantai dan menumbuhkan mangrove bertema “bersama membangun pesisir melalui aksi bersih, kelola limbah, tanam dan pelihara mangrove” di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Romokalisari Kelurahan Romokalisari Kecamatan Benowo, Minggu (2/6).
Kegiatan ini digagas Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil Kementrian Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur dan Distan Kota Surabaya. Aksi ini melibatkan 1000 orang dari unsur TNI AL, mahasiswa, pelajar, nelayan dan pegawai Pemerintah Kota Surabaya.
“Acaranya penanaman pohon, yakni 2000 bibit Mangrove dan tanaman lindung pantai,” tegas Kepala Distan Pertanian Kota Surabaya, Ir Samsul Arifin dalam keterangannya kepada wartawan di kantor bagian Humas Pemkot Surabaya, Kamis (30/5).
Dijelaskan Samsul, aksi bersih-bersih dan tanam mangrove ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-720. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan ekosistem pesisir laut sebagai penopang kehidupan masyarakat pesisir, mengurangi limbah sampah di wilayah pesisir dan laut. Serta, menjaga kelestarian sumber daya pesisir dan laut sehingga masyarakat pesisir, seperti nelayan, dapat memanfaatkan laut sebagai ladang ikan kembali.
“Kasarannya ini gerakan nebus dosa. Dulu kan pada tahun 80-an, banyak mangrove ditebang untuk tambak intensif. Imbasnya ikan menurun dan nelayan sulit dapat ikan. Dengan kegiatan bersih-bersih pantai ini, harapannya biota laut tempat berpijak ikan, bisa tersedia lagi. Sehingga nelayan tidak hanya one day fishing,” sambung Samsul Arifin.
Kesadaran warga di Kota Surabaya untuk menanam mangrove, jelas Samsul, sejatinya sudah meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Utamanya warga di Surabaya Timur dan Surabaya Utara.
Distan Kota Surabaya sendiri sudah menyiapkan ribuan bibit mangrove gratis untuk warga yang ingin menanam mangrove. Menurut Samsul, rata-rata per tahunnya, ada sekitar 250 ribu bibit mangrove yang diminta warga. Untuk tahun 2012 lalu, lebih dari 300 ribu bibit mangrove yang terserap ke warga. “Untuk tahun ini baru ada 50 ribu bibit yang terserap,” jelas dia.
Selain bersih-bersih pantai dan tanam mangrove, Distan juga menggelar pelatihan dan praktek pemanfaatan limbah sampah dari 18-25 Mei 2013. Kegiatan ini diikuti 90 orang dari 45 siswa/siswi SMA pesisir, 10 mahasiswa Universitas Airlangga dan Universitas Hang Tuah, serta 35 masyarakat pesisir di sekitar Teluk Lamong Kota Surabaya.
Ada juga demo pembuatan sirup dari buah mangrove jenis Bruguiera oleh kelompok Mangrove Wonorejo di TPI Romokalisari (2/6). Serta, kunjungan ke kelompok bank sampah Bintang Mangrove. “Juga ada lomba design poster dan foto pencemaran pesisir, serta lomba kreasi limbahuntuk siswa/siswi SMA,” jelas Samsul.(r4/r7)