Hotel 88 Akhirnya di Segel

Tidak ada komentar 228 views

Surabaya,(DOC) – Tim RHU dan Satpol-PP kota Surabaya didukung sejumlah aparat jajaran samping akhirnya menutup operasional hotel 88 yang terletak di jalan Embong Malang Surabaya. Sayangnya tindakan tegas ini dilakukan tanpa menemui satupun pihak manajemen Hotel 88, sehingga petugas yang datang hanya melakukan penempelan kertas segel di pagar seng non permanen yang selama ini menjadi penutup lokasi hotel. Kamis(17/10/13)

Sekitar 25 personil dari berbagai aparat terkait, rombongan Tim RHU mendatangi Hotel 88. Aksi penutupan ini dilakukan tanpa menemui satupun pihak Hotel 88, hanya melakukan penempelan kertas segel di pagar seng non permanen yang menutupi lokasi hotel.

Selain Satpol PP, dalam rombongan petugas yang melakukan penyegelan juga diikuti sejumlah petugas dari Tim RHU Pemkot Surabaya yang terdiri dari unsur Dinas Pariwisata dan Dinas LH serta DCKTR, pihak kepolisian serta Garnisum Tetap III Surabaya.

Selain tidak menemui satupun pihak manajemen Hotel 88, rombongan aparat kemarin juga tidak menghalangi operasional hotel meski terlihat ada kegiatan di dalamnya. Saat wartawan mencoba bertanya pada rombongan petugas tentang penyegelan tersebut, tidak ada jawaban yang diberikan.

“Nanti aja mas di Mako( kantor Satpol PP, red),” ujar salah satu petugas Satpol PP dengan bedge nama bertuliskan Faizal.

Ketika wartawan menyusul ke kantor Satpol PP usai penyegelan, ternyata tak ada satupun pihak Satpol PP yang mau mengeluarkan statemen terkait operasi yang dilakukan. Kondisi yang sama juga dilakukan Kasatpol PP Irvan Widyanto, bahkan saat dihubungi via short massage service(SMS) juga tidak dibalas.

Seperti berita sebelumnya, bahwa pembangunan Hotel 88 menjadi polemic setelah diketahui terbitnya IMB Hotel yang berlokasi di Jl Embong Malang itu bermasalah. Hal ini dibuktikan bahwa hampir seluruh pemukiman di sebelah Hotel 88 baik untuk rumah tangga maupun usaha diketahui tak satupun yang bisa mendapatkan IMB lantaran lokasi tersebut masuk dalam kawasan pentaan kota yakni untuk rencana pelebaran jalan.

“Jika ternyata sekarang Hotel 88 bisa mendapatkan ijin itu tentu harus dipertanyakan dasar diterbitkannya surat IMB melalui SKRK, makanya jangan hanya melihat berdasarkan perda, karena dendanya sangat ringan yakni 50 juta yang tentu akan dibayar oleh pengusaha,” ucap salah satu pengamat tata ruang kota, Susiawan (r7)