Hujan Dua Hari, Jakarta dan Bekasi Banjir

Tidak ada komentar 101 views

Jakarta, (DOC) – Hujan deras yang turun selama dua hari terakhir membuat warga Jakarta kembali harus merasakan banjir. Setidaknya sembilan kelurahan terendam air dan membuat 371 warga harus mengungsi. Daerah yang terendam banjir merata dari Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat. Selain curah hujan yang tinggi, luapan air sungai turut membuat beberapa daerah terendam banjir.

Wilayah yang terendan air terdiri dari 6 kelurahan di Jakarta Timur, 2 kelurahan di Jakarta Selatan, dan 1 kelurahan di Jakarta Barat. Kelurahan itu, antara lain, Kelurahan Kampung Melayu, Kramat Jati, Dukuh, Cawang, Kalisari, Pela Mampang, Ulujami, dan Kelurahan Sukabumi Selatan. Bahkan genangan banjir di Ulujami mencapai 100 sentimeter di RT 019 RW 003. Akibatnya, warga mengungsi di Gedung Sasana Krida.

Di wilayah Jakarta Timur, akibat pompa air di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara mati dan membuat akses dari Jakarta Timur ke Jakarta Pusat dan Jakarta Utara tersebut pun tergenang air dengan ketinggian air bervariasi. Genangan air paling parah tampak terjadi di ruas Kebon Nanas dan terowongan Halim Lama.

Genangan air juga menyebabkan kemacetan panjang baik dari arah Rawamangun ke UKI dan sebaliknya. Dari arah Rawamangun, kemacetan terjadi di Prumpung dan berakhir setelah terowongan Halim Lama. Adapun arah uang sebaliknya, kemacetan tampak dari simpang UKI hingga berakhir di Prumpung.

Sementara di Bekasi, lebih dari 1.000 rumah tersebar di tiga perumahan Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, banjir akibat hujan lebat yang melanda wilayah itu sejak Rabu (17/4/2013) hingga Kamis (18/04/2013) pagi. “Banjir tersebut terjadi di Perumahan Buana Jaya, Graha Indah, dan Nasio,” kata Ketua Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bekasi, Engkus Kustara di Bekasi, Kamis (18/04/2013).

Menurut dia, peristiwa banjir di tiga perumahan itu dipicu oleh saluran air yang tidak berfungsi baik sehingga hujan lebat yang berlangsung sejak Rabu (17/4/2013) tidak mengalir menuju hilir. “Hujan berlangsung sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Lalu nyambung lagi pada pukul 20.30 WIB hingga menjelang pagi hari,” katanya.

Ia mengatakan, banyak harta benda warga yang tidak terselamatkan dari banjir, seperti mobil, motor, dan barang-barang elektronik. Hal itu terjadi lantaran warga tidak menduga air akan naik hingga setinggi 1,5 meter di kawasan mereka. “Kami belum mendata secara pasti jumlah kendaraan yang terendam, yang pasti jumlahnya cukup banyak,” katanya.

Engkus mengatakan pihaknya telah menerjunkan sekitar 50 petugas gabungan dari Tagana dan Pramuka untuk membantu evakuasi korban dari lokasi banjir. “Belum tercatat ada korban jiwa maupun luka fisik dalam musibah ini. Kami hanya mengevakuasi korban banjir yang rumahnya tidak bertingkat,” ujarnya.

Menurut dia Pemkot Bekasi juga telah menyediakan pompa penyedot air di tiga perumahan tersebut untuk mempercepat pembuangan air berikut pendirian dapur umum. (co/r4)