Ibu Hamil Waspadai Campak Jerman

Tidak ada komentar 133 views

Surabaya, (DOC) – Campak Jerman, atau lebih dikenal dengan rubella, ada penyakit yang mesti dihindari oleh para ibu hamil. Jika ibu hamil mendapati ada orang di sekitarnya mengalami penyakit tersebut, maka sebaiknya tidak melakukan kontak terlebih dahulu yang bisa membuat virus pencetusnya menular. Pasalnya, rubella bisa menyebabkan bayi mengalami kelainan bawaan. Terutama, rubella menyebabkan masalah katarak pada mata, telinga tuli, hingga kelaianan jantung bagi anak.
Dikutip dari Detik, rubella disebabkan infeksi oleh virus Rubella. Penyakit ini menjadi salah satu bagian pada infeksi TORCH. Bila sudah tertular, ibu hamil berisiko tinggi untuk menularkannya pada janin. Selama janin terinfeksi terjadi masalah dalam tumbuh kembangnya.
“Bahkan gejala ini sudah bisa dilihat persis setelah si bayi lahir. Bila ada katarak, entah pada salah satu mata atau keduanya, kelainan jantung atau mikrosepali (ukuran kepala yang lebih kecil dari bayi normal), itu berarti si anak tertular virus rubella dari ibunya,” kata Prof dr Sunartini Hapsara, Sp.A (K), Ph.D, dokter spesialis anak.
Kekuatan virus Rubella untuk memasuki tubuh janin sangat kuat dibanding jenis virus atau bakteri lainnya. Virus tersebut bisa menembus barrier plasenta dan seketika masuk ke tubuh janin. Apabila infeksi terjadi pada usia awal kehamilan, kelainan yang bisa dialami janin bersifat besar. Namun kalau infeksi terjadi di usia akhir kehamilan, kelainan yang terjadi ada di sebagian organ tubuh seperti kasus jantung bocor atau tuli.
“Ibu hamil sangat disarankan menghindari kontak dengan anak atau ibu yang menderita campak jerman karena dapat menular,” tutur dr Sunartini.
Pencegahan TORCH dilakukan dengan pemberian vaksin MMR yang berguna melindungi dari penyakit campak, rubella, dan mumps. Tes TORCH ada baiknya dilakukan sebelum menikah. Deteksi ini dapat dilakukan mulai usia subur seperti usai usia SMA hingga tiga bulan sebelum kehamilan. Rata-rata kasus rubella kongenital (bawaan lahir) akibat infeksi virus Rubella terjadi pada trimester pertama kehamilan. (sdm/r4)